Minggu, 21 Juni 2026

Outlook Nikel dan Saham Vale (INCO), Target Harga Baru

Penulis : Jauhari Mahardhika
23 Jun 2024 | 11:00 WIB
BAGIKAN
Kegiatan usaha PT Vale Indonesia Tbk (INCO). (Dok. B-Universe Photo)
Kegiatan usaha PT Vale Indonesia Tbk (INCO). (Dok. B-Universe Photo)

JAKARTA, investor.id – Ketidakpastian relaksasi suku bunga makin menekan stabilitas harga komoditas, termasuk nikel. Proyeksi harga nikel kemudian direvisi dan margin menjadi lebih konservatif. Akibatnya, laba salah satu pemain besar nikel, PT Vale Indonesia Tbk (INCO), diperkirakan turun 8% pada 2024 dan tumbuh 1% pada 2025.

Belakangan ini, saham sektor komoditas tertekan karena ketidakpastian seiring meningkatnya persediaan. Tekanan ini diperkirakan berlanjut hingga terjadi penurunan suku bunga.

“Ketidakpastian relaksasi suku bunga makin menekan stabilitas harga komoditas, sementara harapan terhadap prospek persediaan yang lebih baik seiring pemulihan ekonomi regional guna mendorong permintaan belum sepenuhnya terwujud,” tulis RHB Sekuritas dalam risetnya.

ADVERTISEMENT

Adapun lonjakan harga nikel pada April hingga pertengahan Mei 2024 bersifat sementara. Harga nikel di London Metal Exchange (LME) sempat melesat 30%, tapi setelah itu terpangkas 20% menjadi US$ 17.000/ton.

Hal itu dipicu oleh pasokan bahan baku yang bermasalah, karena penundaan izin di Indonesia dan risiko politik di Kaledonia Baru. Kemudian, diikuti oleh sentimen penurunan harga, menyusul penguatan dolar AS dan pelemahan permintaan yang berkepanjangan.

RHB telah merevisi proyeksi harga nikel LME tahun ini menjadi US$ 17.500/ton dari sebelumnya US$ 18.500/ton. RHB juga memperkirakan melemahnya sentimen kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di masa depan, karena lebih banyak gangguan akibat bahan pengganti katoda baterai. Volume permintaan nikel dari EV ditaksir turun 25% dari estimasi awal.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia