Pilihan BYD Cs Bahayakan Saham Nikel
Kembali ke riset Macquarie. Bank investasi Australia itu memprediksi pasokan nikel kelas dua, nickel pig iron (NPI) mengetat tahun ini. Namun, pasokan nikel kelas 1, dalam hal ini nikel sulfat dan MHP, malah meningkat. Imbasnya, harga NPI, bahan baku baja nirkarat, kemungkinan lebih tinggi, sedangkan nikel di bursa LME berpotensi turun.
Meski begitu, Macquarie menilai, kenaikan harga bijih nikel diharapkan bisa menahan kejatuhan harga nikel lebih dalam. Macquarie memprediksi support harga nikel di LME berkisar US$ 16-17 ribu per ton, berdasarkan biaya produksi NPI US$ 12 ribu per ton dan biaya konversi NPI ke nikel kelas satu US$ 4-5 ribu per ton.
Macquarie menjadikan saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel sebagai saham pilihan. Ada tiga alasannya, yakni satu-satunya emiten di BEI yang memiliki fasilitas HPAL, biaya produksi terendah dibandingkan pesaing, dan valuasi yang sudah sangat murah. Saham NCKL kini diperdagangkan PER 2025 6 kali.
Sebelumnya, BASF dan Eramet memutuskan keluar dari proyek smelter nikel penghasil bahan baku baterai mobil listrik. Alasan BASF, penjualan BEV dunia melambat dan pasokan nikel kelas satu sebagai bahan baku baterai terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






