Minggu, 21 Juni 2026

Pemegang Saham Harita Nickel (NCKL) Bakal Diguyur Dividen Rp 1,6 Triliun

Penulis : Alfida Rizky Febrianna
27 Jun 2024 | 16:03 WIB
BAGIKAN
Nikel sulfat yang dihasilkan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel. (Foto: Harita Nickel)
Nikel sulfat yang dihasilkan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel. (Foto: Harita Nickel)

JAKARTA, investor.id – PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel akan membagikan dividen tahun buku 2023 senilai Rp 1,6 triliun. Rencana dividen tersebut telah disetujui dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Harita Nickel di Jakarta, Kamis (27/6/2024).

Direktur Utama Harita Nickel, Roy Arman Arfandy mengatakan bahwa dalam RUPST, perseroan bersama pemegang saham juga membahas performa keuangan dan pertumbuhan operasional sekaligus pembagian dividen.

"Kami sudah melaksanakan RUPS dengan baik dengan salah satu agendanya adalah persetujuan pembayaran dividen sebesar 30% dari profit tahun 2023. Secara rupiahnya berkisar Rp 1,6 triliun, yang akan kami bagikan secara tunai pada tahun ini," ungkap Roy.

ADVERTISEMENT

Harita Nickel yang merupakan perusahaan pertambangan dan pemrosesan nikel membukukan pendapatan sebesar Rp 23,86 triliun pada 2023 atau melesat 149,4% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pemegang Saham Harita Nickel (NCKL) Bakal Diguyur Dividen Rp 1,6 Triliun
PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) di Jakarta, Kamis (27/6/2024). (B-Universe Photo/Alfida Rizky Febrianna)

Emiten berkode saham NCKL tersebut juga mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 5,62 triliun pada 2023, naik 20,4% dari tahun sebelumnya.

Selain dividen, RUPS NCKL juga menyetujui rencana pembelian kembali (buyback) saham perseroan sesuai dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 29 Tahun 2023.

NCKL mengalokasikan dana maksimal Rp 1 triliun untuk melakukan buyback saham, dengan jangka waktu pelaksanaan selama 12 bulan setelah diperolehnya persetujuan.

Lebih lanjut, NCKL juga menyampaikan kinerja operasional dan keuangan perseroan, serta berbagai proyek pengembangan yang sedang berjalan. Pada kuartal I-2024, produksi tambang NCKL mencapai 5,88 juta wet metric ton (wmt), meningkat 38% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Produksi tambang berasal dari 2 tambang yang telah beroperasi, yaitu PT TBP dan PT GPS, dimana tiga tambang lainnya, yakni PT JMP, PT OAM, dan PT GTS, masih dalam tahap eksplorasi.

Sementara itu, proyek pembangunan fasilitas HPAL (ONC) juga menunjukkan perkembangan signifikan. Jalur produksi pertama dari fasilitas HPAL kedua ini telah mencapai kapasitas produksi penuh pada akhir Mei 2024.

Sedangkan jalur produksi kedua mulai beroperasi pada Juni 2024 dan jalur ketiga dijadwalkan mulai beroperasi pada Agustus 2024.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 9 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia