Minggu, 21 Juni 2026

Pelemahan Dolar AS Kerek Harga Emas hingga 1%

Penulis : Indah Handayani
28 Jun 2024 | 04:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas batangan. (Ist/Beritasatu.com)
Ilustrasi emas batangan. (Ist/Beritasatu.com)

JAKARTA, investor.id - Harga emas terkerek hingga 1% pada Kamis (27/6/2024), bangkit dari level terendah lebih dari dua minggu yang terjadi pada perdagangan sebelumnya. Hal itu ditopang oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS). Di saat pasar tengah menanti data inflasi utama AS untuk isyarat lebih lanjut tentang jalur suku bunga The Fed. 

Dikutip dari CNBC internasional, harga emas spot naik 1,13% pada US$ 2.323,78 per ons setelah jatuh ke level terendah sejak 10 Juni pada Rabu (26/6/2024). Sedangkan harga kontrak berjangka emas AS menguat 1% menjadi US$ 2.335,3.

“Beberapa data yang keluar mendukung pasar emas. Pada dasarnya, persediaan grosir yang datang lebih rendah dari yang diharapkan. Angka PDB akhir secara signifikan lebih rendah. Jadi, harga emas berjangka mendapat dorongan karena indeks dolar turun,” kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures.

ADVERTISEMENT

Momentum ekonomi AS yang menurun ditegaskan oleh data yang menunjukkan belanja bisnis untuk peralatan menurun pada Mei, sementara penurunan ekspor mendorong defisit perdagangan barang. Dengan estimasi ketiganya tentang Produk Domestik Bruto (PDB) untuk periode Januari-Maret, pemerintah AS mengonfirmasi bahwa pertumbuhan ekonomi menurun tajam pada kuartal pertama.

Penguatan emas juga ditopang oleh dolar yang melemah 0,3% terhadap sekeranjang mata uang. Sedangkan imbal hasil acuan 10 tahun turun menjadi 4,2845%.

Investor sebagian besar tetap pada pandangan mereka tentang sekitar dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini, menurut data FedWatch LSEG, meskipun bank sentral AS hanya memproyeksikan satu kali.

Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Fokus Pasar

Saat ini, fokus pasar adalah laporan inflasi utama, yang juga merupakan pengukur inflasi pilihan The Fed, data pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) akan dirilis pada Jumat (28/6/2024).

Pasar juga waspada terhadap tanda-tanda otoritas Jepang melakukan intervensi terhadap yen karena yen merana mendekati level terendah dalam 38 tahun. Ketidakpastian ekonomi cenderung meningkatkan daya tarik emas batangan.

Sementara itu, harga logam mulia lainnya, yaitu platinum turun 1,2% menjadi US$ 999,05, paladium naik 0,7% menjadi US$ 935, dan perak menguat 1,2% menjadi US$ 29,11.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 4 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 4 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 5 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 5 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 5 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 5 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia