Minggu, 21 Juni 2026

Adu Potensi Cuan Saham Ciputra (CTRA) vs Pakuwon (PWON)

Penulis : Jauhari Mahardhika
5 Jul 2024 | 14:00 WIB
BAGIKAN
Superblok Gandaria City, portofolio Pakuwon Jati (PWON). (Foto: Perseroan)
Superblok Gandaria City, portofolio Pakuwon Jati (PWON). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – Saham emiten ‘Raja Mal’ Alexander Tedja, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) direkomendasikan beli. Begitu juga dengan saham emiten Grup Ciputra, PT Ciputra Development Tbk (CTRA). Lantas, seberapa besar potensi cuan masing-masing saham emiten properti tersebut?

Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia, Axell Ebenhaezer mengungkapkan bahwa secara kinerja, Pakuwon dibayangi pelemahan rupiah yang tercermin pada laporan keuangan kuartal I-2024. Pelemahan rupiah mengakibatkan laba bersih Pakuwon turun 35,9% yoy menjadi Rp 421,6 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 658,4 miliar.

“Penurunan laba bersih Pakuwon pada kuartal I-2024 mungkin tampak mengkhawatirkan, namun hal itu bukan disebabkan oleh kinerja buruk perusahaan, melainkan karena pelemahan rupiah,” tulis Axell dalam risetnya.

ADVERTISEMENT

Adapun pendapatan emiten berkode saham PWON tersebut naik 10,5% menjadi Rp 1,53 triliun pada kuartal I-2024 dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 1,38 triliun. Laba kotor juga naik 14% menjadi Rp 851,5 miliar dari Rp 747,1 miliar. Margin laba kotor meningkat menjadi 55,6% dari 54%. Sedangkan EBITDA tumbuh 8%.

“Sentimen negatif pelemahan rupiah hanya bersifat sementara dan tidak memengaruhi prospek jangka panjang PWON ataupun investasi secara berkelanjutan,” jelas dia.

Sepanjang kuartal I-2024, PWON mencatatkan penjualan pemasaran (marketing sales) yang solid sebesar Rp 385 miliar, meningkat 29% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 298 miliar. Hal itu disebabkan oleh program insentif pajak PPN DTP dari pemerintah yang masih berlanjut hingga akhir tahun. Dengan begitu, PWON berada di jalur yang tepat untuk mencapai target marketing sales tahun ini sebesar Rp 1,5 triliun.

Pendapatan berulang yang berkontribusi 78% terhadap total pendapatan PWON pada kuartal I-2024 juga menunjukkan peningkatan sebesar 10,8% menjadi Rp 1,2 triliun dari Rp 1,08 triliun. Hal itu disebabkan oleh tingkat hunian mal yang lebih tinggi dan kenaikan pendapatan sewa.

Potensi Cuan PWON vs CTRA 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia