Minggu, 21 Juni 2026

Adu Potensi Cuan Saham Ciputra (CTRA) vs Pakuwon (PWON)

Penulis : Jauhari Mahardhika
5 Jul 2024 | 14:00 WIB
BAGIKAN
Superblok Gandaria City, portofolio Pakuwon Jati (PWON). (Foto: Perseroan)
Superblok Gandaria City, portofolio Pakuwon Jati (PWON). (Foto: Perseroan)

NH Korindo Sekuritas merekomendasikan beli saham PWON dengan target harga Rp 530. Target harga tersebut mengimplikasikan PBV sebesar 1,32 kali, yang setara dengan rata-rata PBV 3 tahun.

Saat ini, saham PWON diperdagangkan pada PBV sebesar 1 kali. Hingga berita ini ditayangkan, PWON bertengger di level Rp 376. Dengan demikian, potensi cuan saham PWON mencapai 41%. Risiko utamanya adalah suku bunga, perubahan kebijakan pemerintah, dan penurunan daya beli konsumen.

Sementara itu, NH Korindo Sekuritas juga merekomendasikan beli saham emiten properti lainnya, yaitu Ciputra Development (CTRA). Target harga saham CTRA dipatok sebesar Rp 1.450. Target harga baru tersebut mencerminkan PBV sebesar 1,31 kali, setara dengan standar deviasi (SD) lima tahun +1. Saat ini, CTRA diperdagangkan pada PBV sebesar 1,02 kali.

ADVERTISEMENT

Hingga berita ini ditayangkan, CTRA berada di level Rp 1.150. Dengan begitu, potensi cuan saham CTRA sebesar 26%.

NH Korindo Sekuritas telah mempertimbangkan kemungkinan penurunan suku bunga yang cukup besar dalam 12 bulan ke depan, yang dapat mendorong kinerja sektor properti lebih lanjut. Risiko utamanya adalah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, tingkat suku bunga, dan penurunan daya beli masyarakat.

Pada kuartal I-2024, Ciputra Development (CTRA) mencatatkan marketing sales Rp 3,32 triliun. Meskipun 4% lebih rendah secara year on year (yoy) dibandingkan kuartal I-2023 yang sebesar Rp 3,45 triliun, angka tersebut melampaui ekspektasi.

“Dengan target marketing sales CTRA tahun ini sebesar Rp 11,1 triliun, mereka telah mencapai 30% dalam 3 bulan pertama,” tulis analis NH Korindo Sekuritas Indonesia, Axell Ebenhaezer dalam risetnya.

CTRA berhasil membukukan pendapatan Rp 2,32 triliun pada kuartal I-2024 atau naik 8,7% dibandingkan kuartal I-2023 yang sebesar Rp 2,13 triliun. Laba bersih juga naik 16,9% menjadi Rp 483 miliar dari Rp 413 miliar. Hal itu seiring peningkatan margin laba kotor, margin laba usaha, dan margin laba bersih.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 26 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 54 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia