Adu Potensi Cuan Saham Ciputra (CTRA) vs Pakuwon (PWON)
NH Korindo Sekuritas merekomendasikan beli saham PWON dengan target harga Rp 530. Target harga tersebut mengimplikasikan PBV sebesar 1,32 kali, yang setara dengan rata-rata PBV 3 tahun.
Saat ini, saham PWON diperdagangkan pada PBV sebesar 1 kali. Hingga berita ini ditayangkan, PWON bertengger di level Rp 376. Dengan demikian, potensi cuan saham PWON mencapai 41%. Risiko utamanya adalah suku bunga, perubahan kebijakan pemerintah, dan penurunan daya beli konsumen.
Sementara itu, NH Korindo Sekuritas juga merekomendasikan beli saham emiten properti lainnya, yaitu Ciputra Development (CTRA). Target harga saham CTRA dipatok sebesar Rp 1.450. Target harga baru tersebut mencerminkan PBV sebesar 1,31 kali, setara dengan standar deviasi (SD) lima tahun +1. Saat ini, CTRA diperdagangkan pada PBV sebesar 1,02 kali.
Hingga berita ini ditayangkan, CTRA berada di level Rp 1.150. Dengan begitu, potensi cuan saham CTRA sebesar 26%.
NH Korindo Sekuritas telah mempertimbangkan kemungkinan penurunan suku bunga yang cukup besar dalam 12 bulan ke depan, yang dapat mendorong kinerja sektor properti lebih lanjut. Risiko utamanya adalah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, tingkat suku bunga, dan penurunan daya beli masyarakat.
Pada kuartal I-2024, Ciputra Development (CTRA) mencatatkan marketing sales Rp 3,32 triliun. Meskipun 4% lebih rendah secara year on year (yoy) dibandingkan kuartal I-2023 yang sebesar Rp 3,45 triliun, angka tersebut melampaui ekspektasi.
“Dengan target marketing sales CTRA tahun ini sebesar Rp 11,1 triliun, mereka telah mencapai 30% dalam 3 bulan pertama,” tulis analis NH Korindo Sekuritas Indonesia, Axell Ebenhaezer dalam risetnya.
CTRA berhasil membukukan pendapatan Rp 2,32 triliun pada kuartal I-2024 atau naik 8,7% dibandingkan kuartal I-2023 yang sebesar Rp 2,13 triliun. Laba bersih juga naik 16,9% menjadi Rp 483 miliar dari Rp 413 miliar. Hal itu seiring peningkatan margin laba kotor, margin laba usaha, dan margin laba bersih.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






