GOTO Kecewakan Investor, tapi Ada Satu Cara untuk Kembali Meraih Kepercayaan
Bagi Hasan Zein yang juga sebagai investor, pertanyaan yang paling relevan apakah GOTO sebagai perusahaan akan mampu bertahan eksis atau bakal hilang dari peredaran? Sebab hanya perusahaan yang mampu menghasilkan laba secara wajar dari operasi yang wajar yang mampu bertahan.
“Dari kacamata itu, saya melihat secara fundamental GOTO saat ini jauh lebih kuat. Segmen e-commerce yang boros dan boncos sudah bisa ditransformasi menjadi penyumbang laba bersih. Dibayar dengan harga kehilangan pengendalian (Tokopedia),” jelasnya.
Adapun penurunan tajam harga saham GOTO, menurut Hasan, semata faktor teknis. Alibaba (Taobao) telah menjual sebagian porsinya lebih dari 16 miliar saham. SVF GT Subco (Softbank) juga menjual hampir 100 juta saham. Sebagian founders, terutama yang berasal dari Tokopedia, telah pergi dan menjual kepemilikannya.
Sementara itu, cadangan employee stock ownership plan (ESOP) yang ada dalam GPF – masih sekitar 64 miliar saham – terus mengguyur pasar dengan harga Rp 2. Tanpa kehadiran pembeli besar, butuh waktu lama agar perimbangan permintaan dan penawaran kembali ke titik ekuilibrium.
“Karena itu, saya akan menyisihkan jatah angkringan saya untuk membeli 100 lot saham GOTO setiap minggu, bila harganya masih di gocap atau lebih rendah. Nabung saham! Uji akurasi penerawangan hingga akhir 2024. Cuan? Urusan kesekian,” ujarnya.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






