Minggu, 21 Juni 2026

Pemegang Saham AMMN Bermanuver, Mau Akuisisi Tambang Tembaga di Australia  

Penulis : Harso Kurniawan
9 Jul 2024 | 06:00 WIB
BAGIKAN
Tambang tembaga dan emas PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), anak usaha PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). (Foto: AMMN)
Tambang tembaga dan emas PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), anak usaha PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). (Foto: AMMN)

JAKARTA, Investor.id  – Grup Salim, salah satu pemegang saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), kembali bermanuver di sektor pertambangan global. Kali ini, Salim membidik tambang tembaga di Australia Selatan milik Rex Minerals.

Salim melalui anak usahanya Mach Metals Australia sudah membeli 16% saham Rex Minerals pada awal 2024. Kini, Salim menawar 84% saham Rex Minerals yang tercatat di Bursa Efek Australia dengan harga AUS$ 0,47 per saham secara tunai.

Hal itu mencuat dalam keterbukaan Rex, seperti dikutip dari Nikkei, Selasa (9/7/2024). Harga penawaran saham Rex 79% premium dari rata-rata harga 30 hari. Wajar saja jika saham Rex melejit 56% begitu pengumuman itu keluar.

Jajaran direksi Rex membutuhkan persetujuan pemegang saham, penilai independen, sekaligus lembaha peninjau investasi asing Australia sebelum menerima tawaran itu. Rencananya, RUPS Rex digelar Oktober 2024.

ADVERTISEMENT

Penawaran dari Salim itu terjadi setelah Rex mencari mitra untuk mengembangkan proyek Hillside Copper-Gold di Yorke Peninsula. Pengembangan tambang terbuka itu membutuhkan dana AUS$ 854 juta dan mengandung tembaga sebanyak 1,9 juta ton dan emas 1,5 juta ons.

“Mach sudah siap dengan dana tunai. Mereka adalah organisasi besar, sehingga pendanaan bukan masalah. Target mereka, produksi tambang sudah dimulai pada 2026 atau 2027,” kata Chief Executive Rex Richard Laufmann.

Salim Group adalah konglomerat kakap Indonesia yang menggarap banyak sektor, antara lain makanan, ritel, perbankan, telekomunikasi, energi, hingga infrastruktur. Pemiliknya adalah Keluarga Salim, salah satu keluarga terkaya di Indonesia.

Sementara itu, Mach Energy adalah anak usaha Salim yang memiliki tambang batu bara di New South Wales Australia.

Managing Director Mach Ferdian Purnamasidi memastikan, proyek Hilside cocok dengan strategi diversifikasi aset perseroan. Fokus utama Mach adalah tembaga, mineral kritikal dalam proses transisi energi.

Di sisi lain, Salim Group masuk Amman Mineral melalui PT Sumber Gemilang Persada yang memegang 32,1% saham. Adapun pengendali Amman adalah AP Invesment.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 21 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 52 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia