CPIN, JPFA, MAIN Dapat Momentum, Siapa Paling Dijagokan?
JAKARTA, investor.id – Kuartal II-2024 merupakan momentum bagi emiten di sektor unggas (poultry) untuk membukukan laba bersih yang kuat. Hal itu seiring peningkatan margin secara berturut-turut, yang ditopang oleh kenaikan harga ayam hidup (live bird/LB) dan penurunan biaya pakan.
Sepanjang kuartal II-2024, harga jagung dan bungkil kedelai (soybean meal/SBM) sebagai komponen utama bahan baku pakan turun 11% dan 7% qoq. Di sisi lain, kenaikan harga ayam hidup (LB) sebesar 3% qoq dan anak ayam usia sehari (day old chicks/DOC) sebesar 37% qoq bakal menyokong bisnis peternakan unggas.
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan laba bersih PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) pada kuartal II-2024 mencapai Rp 1,4-1,67 triliun. Sedangkan laba bersih PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) ditaksir sebesar Rp 871 miliar hingga Rp 1,11 triliun dan PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) Rp 108-156 miliar.
“Itu menunjukkan pertumbuhan laba bersih yang kuat sebesar 63-101% qoq atau 57-94% yoy,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dan Wilastita Muthia Sofi dalam risetnya.
BRI Danareksa Sekuritas yakin prospek pertumbuhan laba bersih yang kuat pada 2024-2025 belum diperhitungkan (priced in), meskipun membaik dibandingkan posisi underweight dalam dua tahun terakhir. Dengan begitu, laba yang kuat pada kuartal II-2024 dapat menjadi katalis untuk pemeringkatan ulang (re-rating).
“Dalam dua bulan terakhir, asing telah menjual saham CPIN Rp 57 miliar dan menambahkan saham JPFA sebesar Rp 219 miliar, yang kami yakini karena kinerja JPFA lebih baik dibandingkan CPIN pada kuartal I-2024,” ungkap Victor.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






