Gudang Garam (GGRM) Kena Downgrade, Target Harga Saham Dipangkas
Secara keseluruhan, BRI Danareksa Sekuritas memangkas estimasi laba bersih GGRM pada 2024 dan 2025 masing-masing sebesar 42% dan 47% menjadi Rp 4 triliun (turun 25% yoy) dan Rp 4,1 triliun (naik 1,7% yoy).
BRI Danareksa Sekuritas menilai, prospek GGRM tetap menantang di tengah proyeksi lemahnya pertumbuhan volume, yang bisa saja menunda penyesuaian harga lebih lanjut dan mendorong pergeseran bauran produk menuju produk bernilai. Perseroan baru-baru ini mengumumkan tidak akan membagikan dividen dari laba bersih 2023, karena untuk modal kerja.
Dengan berbagai faktor yang ada, BRI Danareksa Sekuritas menurunkan (downgrade) peringkat GGRM menjadi hold. Target harga saham GGRM dipangkas menjadi Rp 17.500 dari sebelumnya Rp 24.000.
Target harga tersebut berdasarkan standar deviasi (SD) -1 rata-rata P/E 3 tahun sebesar 8,3 kali. Saat ini, GGRM diperdagangkan dengan estimasi P/BV 2025 sebesar 0,5 kali dan P/E 8,2 kali (SD -1 rata-rata P/E 3 tahun).
GGRM bakal memiliki katalis positif jika ada peraturan yang menguntungkan perusahaan rokok tier 1. Misalnya, cukai tahun 2025 dan struktur cukai baru yang dapat mempersempit kesenjangan antara produsen rokok tier 1 dan produsen rokok di tingkat yang lebih rendah.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






