Sabtu, 4 April 2026

Bos Jababeka (KIJA) Bakal Obral Tanah di Cikarang, Dananya Buat Ini

Penulis : Indah Handayani
17 Jul 2024 | 17:10 WIB
BAGIKAN
Pendiri Jababeka (KIJA) SD Darmono
Pendiri Jababeka (KIJA) SD Darmono

JAKARTA, investor.id - Pendiri sekaligus Direktur Utama (Dirut) PT Jababeka Tbk (KIJA) Setyono Djuandi Darmono mengaku bakal obral tanah dengan harga murah aset tanah perseroan di Cikarang. Hal itu dilakukan untuk membayar utang perseroan sebesar US$ 100 juta, baik berupa obligasi dalam mata uang dolar Amerika Serikat (AS) maupun pinjaman dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

“Pembayaran utang US$ 100 juta ini ditargetkan akan selesai dalam tahun ini juga. Untuk itu, kami harus jual murah aset ini dan yang paling memungkinkan adalah tanah di Cikarang,” ungkap Darmono di sela media gathering, Rabu (17/7/2024).

Darmono menjelaskan, perseroan memiliki tanah seluas 5.000 hektare (ha) dan saat ini harga pasaran tanah untuk industri di kawasan Cikarang telah mencapai Rp 3 juta per meter persegi. Tidak menutup kemungkinan akan menjual tanah tersebut dibawah harga itu. “Bisa saja Rp 1 juta. Jadi murah itu relatif,” ucapnya.

Advertisement

Menurut Darmono, jika perusahaan mampu membayar utang sebesar US$ 100 juta tersebut, sisa utang akan turun ke US$ 180 juta. Dengan demikian, beban pembayaran utang perseroan juga akan menurun dan membuat kinerja perseroan membaik di masa depan.

“Tidak hanya itu, kami juga bisa kembali melanjutkan ekspansi. Hal itu karena uang yang seharusnya membayar beban bunga bisa dialihkan untuk ekspansi dan menciptakan masa depan cerah bagi perseroan,” jelasnya.

Wakil Direktur Utama Jababeka (KIJA) T Budianto Liman menegaskan, utang perseroan yang akan dibayarkan tersebut berupa obligasi mata uang dolar AS senilai US$ 180 juta dan pinjaman dari Bank Mandiri sebesar US$ 100 juta. Kedua utang tersebut jatuh tempo pada 2027. Namun, perseroan menginginkan untuk melakukan pembayaran dilakukan lebih cepat untuk menjaga kondisi keuangan dan kinerja perseroan.

“Kami inginkan adalah segera membayar hutang tersebut dan menjaga cash flow sehingga bisa digunakan untuk pengembangan proyek kita yang lainnya. Saat ini perusahaan kami dalam kondisi baik-baik saja, bahkan banyak pihak yang menawarkan funding untuk kami,” jelasnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 3 menit yang lalu

Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Operasi Penyelamatan Pilot Jadi Rebutan

Jet F-15 AS jatuh di Iran, operasi penyelamatan pilot jadi rebutan kedua pihak. Eskalasi perang kian meluas hingga ancam pasokan energi.
Business 29 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 32 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 41 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 45 menit yang lalu

Masuk Saham Terkonsentrasi Tinggi, Laba Samator (AGII) Merosot

Laba bersih Samator Indo Gas (AGII) merosot 44,37% pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
International 53 menit yang lalu

Kadin: Perang Lumpuhkan Ekonomi Timur Tengah, Biaya Kirim Melonjak 3 Kali

Kadin ungkap dampak perang Iran-AS: Biaya logistik naik 3 kali lipat & pengiriman barang molor hingga 2 bulan. Cek dampaknya bagi Indonesia.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia