Minggu, 21 Juni 2026

Gambaran Kinerja Medco (MEDC) Semester I, Target Harga Sahamnya Baru

Penulis : Jauhari Mahardhika
19 Jul 2024 | 14:00 WIB
BAGIKAN
Salah satu fasilitas milik PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). (Foto: Medco)
Salah satu fasilitas milik PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). (Foto: Medco)

Mengenai bisnis minyak dan gas MEDC, BRI Danareksa Sekuritas yakin produksinya bakal tetap kuat pada semester I-2024 sebanyak 150 mboepd atau di atas panduan manajemen. Namun, produksi migas MEDC pada semester II-2024 bisa melemah karena ada pemeliharaan terjadwal di Senoro, yang dapat mengurangi volume lifting dan biaya tunai yang lebih tinggi. Produksi Senoro pada 2023 sebesar 20,8 mboepd.

“Meski begitu, kami memperkirakan potensi kenaikan dari laba AMMN karena perusahaan itu seharusnya mendapat manfaat dari kuatnya harga emas dan tembaga yang naik 12% dan 17% secara quarter to date (qtd), serta peningkatan volume penjualan pada kuartal III-2024 setelah commissioning smelter dan perkiraan perpanjangan izin ekspor,” jelas Timothy.

Untuk tahun 2024 dan 2025, BRI Danareksa Sekuritas menurunkan estimasi produksi MEDC menjadi 150 mboepd dan 152 mboepd. Estimasi tersebut 9,6% dan 10% lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya, karena memperhitungkan output yang lebih rendah dari Blok Corridor menyusul berkurangnya hak partisipasi MEDC setelah perpanjangan kontrak, serta menghilangkan output dari Ophir Vietnam Block 12W yang telah didivestasi.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, proyeksi harga minyak 2024 dan 2025 dipertahankan sebesar US$ 80 dan US$ 78. “Akibatnya, kami menurunkan perkiraan laba bersih MEDC pada 2024 dan 2025 menjadi US$ 327 juta dan US$ 304 juta, sekitar 8,7% dan 13,3% lebih rendah dibandingkan perkiraan kami sebelumnya,” ungkap Timothy.

Dengan berbagai faktor yang ada, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rating beli untuk saham MEDC, terutama karena kinerja AMMN yang lebih kuat. Namun, target harga saham MEDC berbasis SOTP diturunkan menjadi Rp 1.700 dari sebelumnya Rp 1.950.

Target harga baru saham MEDC tersebut mencerminkan perkiraan laba yang lebih rendah. Risiko utamanya jika terjadi koreksi harga minyak, penurunan nilai aset, dan kinerja keuangan AMMN.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 2 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 2 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 2 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 3 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 3 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia