Minggu, 21 Juni 2026

Preview Kinerja Astra (ASII) Semester I dan Potensi Sahamnya

Penulis : Jauhari Mahardhika
21 Jul 2024 | 09:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi PT Astra International Tbk (ASII). (Foto: Astra)
Ilustrasi PT Astra International Tbk (ASII). (Foto: Astra)

JAKARTA, investor.id – Laba bersih segmen otomotif PT Astra International Tbk (ASII) pada semester I-2024 diprediksi lesu atau turun 17% yoy, karena penjualan mobil lemah. Pendapatan di segmen tersebut dan operating profit (OP) juga diperkirakan turun masing-masing sebesar 13% dan 45% yoy.

Pendapatan segmen otomotif Astra dan OP pada semester I-2024 ditaksir mencapai 49% dan 53% dari estimasi BRI Danareksa Sekuritas tahun ini. Bandingkan dengan musiman semester I yang sebesar 47% dan 49-61%.

“Menurut kami, pendapatan segmen otomotif dan OP pada semester I-2024 masih sejalan dengan tren musiman, karena volume penjualan mobil yang lemah kemungkinan sebagian diimbangi oleh volume penjualan sepeda motor yang lebih kuat atau hanya turun 1% yoy,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Richard Jerry dan Christian Sitorus dalam risetnya.

ADVERTISEMENT

BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan pendapatan Astra yang lebih kuat pada semester II-2024, didorong oleh penjualan mobil. Sedangkan penjualan sepeda motor diprediksi melambat, karena standar penjaminan dalam pembiayaan motor diyakini lebih ketat.

Margin otomotif emiten berkode saham ASII tersebut ditaksir mencapai 1,7% pada kuartal II-2024 dibandingkan kuartal I-2024 yang sebesar 1,5%, karena tidak ada perubahan besar dalam bauran produk mobil pada kuartal II-2024, meski angka penjualan mobil lebih lemah. Di sisi lain, diskon relatif terbatas karena tingkat persediaan yang sehat.

Di segmen keuangan, pendapatan dan OP berpeluang tumbuh 12% dan 18% yoy pada semester I-2024. Alhasil, pendapatan segmen keuangan dan OP tersebut ditaksir sekitar 51% dan 55% dari estimasi BRI Danareksa Sekuritas tahun ini. Taksiran itu lebih tinggi dari perkiraan musiman yang sebesar 48% dan 46%.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Sementara itu, segmen alat berat via PT United Tractors Tbk (UNTR) diyakini bakal memberikan kontribusi yang kuat terhadap laba ASII pada semester I-2024, dengan pendapatan kuartal II-2024 turun 0,5% qoq dan OP meningkat 25% qoq. Alhasil, pencapaian itu ditaksir sekitar 55% dan 57% dari estimasi BRI Danareksa Sekuritas tahun ini. Bandingkan dengan musiman yang sebesar 50% dan 47%.

“Secara keseluruhan, kami memperkirakan pendapatan, OP, dan net profit (NP) konsolidasi ASII pada semester I-2024 turun masing-masing sebesar 7%, 3%, dan 7%. Namun, itu diprediksi mencapai 51%, 55%, dan 54% dari estimasi kami (konsensus 49%, 58%, dan 54%), lebih tinggi dibandingkan musiman yang sebesar 48%, 48%, dan 50%,” ungkap Richard.

Pada semester II-2024, terkait bisnis otomotif ASII, BRI Danareksa Sekuritas memprediksi pertumbuhan penjualan mobil sebesar 12% dibandingkan semester I-2024. Hal itu sejalan dengan volume musiman semester II yang sekitar 53% dari volume penjualan sepanjang tahun. Peluncuran mobil model baru, misalnya produk facelift Toyota, akan menjadi faktor pendukung.

Dengan berbagai faktor yang ada, BRI Danareksa Sekuritas kembali menegaskan rating beli untuk saham ASII. Target harga saham ASII sebesar Rp 5.100.

Saat ini, ASII diperdagangkan pada P/E sebesar 5,6 kali atau standar deviasi -1,5 dari rata-rata 8 tahun, yang menyiratkan bahwa pelemahan laba sudah diperhitungkan (priced in). Risiko utamanya jika tidak ada model baru yang signifikan pada semester II-2024 dan penetrasi pasar yang agresif dari mobil China.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 2 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 2 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 2 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 3 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 3 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia