Harga Emas Naik Setelah Rilis Data Ini
NEW YORK, investor.id - Harga emas naik 1% pada Jumat (26/7/2024). Hal itu karena imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) turun didorong oleh optimisme terhadap pemangkasan suku bunga the Fed pada September. Setelah data menunjukkan harga AS naik tipis pada Juni.
Dikutip dari CNBC internasional, harga emas spot naik 1% menjadi US$ 2.388,05 per ons, setelah mencapai level terendah sejak 9 Juli pada Kamis (25/7/2024). Sedangkan harga kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus ditutup melesat 1,2% menjadi US$ 2.381.
"Data AS yang beragam hingga lemah hari ini menunjukkan tekanan inflasi dan aktivitas ekonomi memudar, membuka jalan bagi Fed untuk memangkas suku bunga dua kali tahun ini," kata Fawad Razaqzada, analis pasar di Forex.com.
Para pejabat The Fed mendapatkan bukti baru tentang kemajuan dalam perjuangan mereka melawan inflasi, yang memicu ekspektasi bahwa mereka akan menggunakan pertemuan minggu depan untuk mengisyaratkan pemangkasan suku bunga mulai September.
Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.
Biro Analisis Ekonomi Departemen Perdagangan AS menyebut, indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) naik 0,1% bulan lalu setelah tidak berubah pada Mei.
Imbal Hasil Obligasi AS
Menyusul data tersebut, imbal hasil obligasi AS 10 tahun turun ke level terendah dalam satu minggu.
Sementara itu, permintaan fisik di India, konsumen terbesar kedua, mendapat dorongan karena negara tersebut memangkas bea masuk untuk emas dan perak awal minggu ini. Premi emas di India melonjak ke level tertinggi dalam satu dekade minggu ini juga.
“Setiap kenaikan yang kita lihat dari India atau China cenderung memiliki efek eksternal pada permintaan keseluruhan. Saya pikir langkah untuk mengurangi bea masuk (di India) hanya dapat memiliki efek positif pada permintaan,” kata Everett Millman, kepala analis pasar di Gainesville Coins.
Sedangkan harga logam mulia lainnya, yaitu perak spot turun 0,6% menjadi US$ 27,80 per ons. Platinum melemah 0,2% pada US$ 930,86, sementara paladium jatuh 1,1% pada US$ 896,5. Perak, platinum, dan paladium menuju penurunan mingguan ketiga berturut-turut.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






