Minggu, 21 Juni 2026

Harga Emas Naik Setelah Rilis Data Ini 

Penulis : Indah Handayani
27 Jul 2024 | 05:00 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga emas
ilustrasi harga emas

NEW YORK, investor.id - Harga emas naik 1% pada Jumat (26/7/2024). Hal itu karena imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) turun didorong oleh optimisme terhadap pemangkasan suku bunga the Fed pada September. Setelah data menunjukkan harga AS naik tipis pada Juni.

Dikutip dari CNBC internasional, harga emas spot naik 1% menjadi US$ 2.388,05 per ons, setelah mencapai level terendah sejak 9 Juli pada Kamis (25/7/2024). Sedangkan harga kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus ditutup melesat 1,2% menjadi US$ 2.381.

"Data AS yang beragam hingga lemah hari ini menunjukkan tekanan inflasi dan aktivitas ekonomi memudar, membuka jalan bagi Fed untuk memangkas suku bunga dua kali tahun ini," kata Fawad Razaqzada, analis pasar di Forex.com.

ADVERTISEMENT

Para pejabat The Fed mendapatkan bukti baru tentang kemajuan dalam perjuangan mereka melawan inflasi, yang memicu ekspektasi bahwa mereka akan menggunakan pertemuan minggu depan untuk mengisyaratkan pemangkasan suku bunga mulai September.

Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Biro Analisis Ekonomi Departemen Perdagangan AS menyebut, indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) naik 0,1% bulan lalu setelah tidak berubah pada Mei.

Imbal Hasil Obligasi AS

Menyusul data tersebut, imbal hasil obligasi AS 10 tahun turun ke level terendah dalam satu minggu.

Sementara itu, permintaan fisik di India, konsumen terbesar kedua, mendapat dorongan karena negara tersebut memangkas bea masuk untuk emas dan perak awal minggu ini. Premi emas di India melonjak ke level tertinggi dalam satu dekade minggu ini juga.

“Setiap kenaikan yang kita lihat dari India atau China cenderung memiliki efek eksternal pada permintaan keseluruhan. Saya pikir langkah untuk mengurangi bea masuk (di India) hanya dapat memiliki efek positif pada permintaan,” kata Everett Millman, kepala analis pasar di Gainesville Coins.

Sedangkan harga logam mulia lainnya, yaitu perak spot turun 0,6% menjadi US$ 27,80 per ons. Platinum melemah 0,2% pada US$ 930,86, sementara paladium jatuh 1,1% pada US$ 896,5. Perak, platinum, dan paladium menuju penurunan mingguan ketiga berturut-turut.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 3 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 3 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 4 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 4 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 4 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 4 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia