Emiten Sawit Berjaya, Yang Ini Labanya Melambung 324%
TLDN mencatat volume penjualan CPO pada enam bulan pertama di tahun ini sebanyak 150.726 ton atau lebih rendah 5,6% dari periode yang sama tahun lalu sebesar 159.657 ton. Penurunan volume penjualan ini berlangsung di saat harga jual rata-rata CPO naik 2,7% yoy dari Rp 11.196/kg pada semester I-2023 menjadi Rp 11.500/kg pada semester I-2024.
“Meskipun volume penjualan sedikit menurun, perusahaan dapat membukukan earning before, interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) sebesar Rp 520,64 miliar dan laba bersih sebesar Rp 269,06 miliar, masing-masing tumbuh 91,5% dan 324,4% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya,” kata Direktur Utama TLDN Wishnu Wardhana dalam keterangan resmi, Selasa (30/7/2024).
Dari sisi kinerja operasional perkebunan, sebanyak 589.662 ton tandan buah segar (TBS) telah diproduksi pada semester I-2024 atau lebih tinggi 8,3% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Perinciannya untuk produksi TBS inti sebesar 520.803 ton dan TBS plasma sebesar 68.858 ton.
Baca Juga:
Laba Emiten TP Rachmat Melejit 105%Sementara itu, kinerja pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) TLDN telah mengolah 668.251 ton TBS, tumbuh 5,2% yoy. Dari jumlah TBS diolah, pabrik PKS TLDN menghasilkan CPO sebanyak 159.667 ton PK sebanyak 25.211 ton, masing-masing tumbuh 10,4% yoy dan 7% yoy. Perusahaan juga telah memulai produksi palm kernel oil (PKO) dan palm kernel expeller (PKE) dengan produksi selama semester pertama masing-masing sebesar 1.365 ton dan 1.796 ton.
“Peningkatan produksi inti tidak terlepas dari penerapan praktik perkebunan terbaik seperti konsistensi aplikasi pemupukan, pemeliharaan infrastruktur, optimalisasi kegiatan panen, dan pemanfaatan teknologi dalam operasional kebun dan pabrik,” ujar Wishnu Wardhana.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





