Ramalan soal Astra (ASII)
JAKARTA, investor.id - PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan laba bersih 2Q24 yang dinilai Stockbit Sekuritas resilient sebesar Rp 8,4 triliun (-4% yoy, +12% qoq).
Sehingga laba bersih selama 1H24 menjadi Rp 15,9 triliun (-9% yoy).
Lead Investment Analyst Stockbit, Edi Chandren menyebut laba bersih selama 1H24 tersebut melampaui ekspektasi karena setara 54% dari estimasi FY24 konsensus.
“Resiliensi kinerja ASII pada 2Q24 – di tengah lesunya penjualan otomotif – ditopang oleh kinerja solid segmen terkait batu bara (UNTR), segmen jasa keuangan, serta kinerja entitas asosiasi dan JV,” sebutnya dalam ulasan Stockbit Sekuritas, Rabu (31/7/2024).
PT United Tractors Tbk (UNTR) menopang kinerja ASII secara qoq. “Sedangkan segmen jasa keuangan serta entitas asosiasi dan JV menopang kinerja ASII secara yoy,” jelas Edi.
Edi memperkirakan harga saham ASII akan bergerak positif pada perdagangan hari ini, Rabu (31/7). “Kinerja 2Q24 yang resilient berpotensi menjadi angin segar bagi saham ASII, setelah diterpa berbagai sentimen negatif dengan penurunan harga saham -20% ytd,” sebutnya.
Semester II
Edi menambahkan, prospek kinerja Astra (ASII) pada 2H24 berpotensi semakin membaik jika wacana pemberian kembali insentif PPnBM terealisasi.
Sementara itu, Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro mengungkapkan, kinerja Grup Astra pada semester pertama tahun 2024 turun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, terutama merefleksikan penurunan kinerja dari bisnis alat berat dan pertambangan akibat harga batu bara yang lebih rendah.
"Terlepas dari tantangan-tantanganini, dengan bisnis yang terdiversifikasi, grup memperkirakan kinerja untuk sisa tahun ini akan tetap resilien," ungkapnya dalam keterangan resmi.
Grup Astra, kata dia, tetap optimis terhadap pertumbuhan jangka panjang Indonesia dan kemampuan grup untuk mempertahankan posisi terdepan pada berbagai portofolio bisnisnya.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






