Sabtu, 20 Juni 2026

Saham Ini Paling Diuntungkan jika Hasil Review MSCI Positif

Penulis : Jauhari Mahardhika
18 Jun 2026 | 19:53 WIB
BAGIKAN
Pialang melihat harga saham melalui monitor di sekuritas, Jakarta. (B-Universe Photo/David Gita Roza)
Pialang melihat harga saham melalui monitor di sekuritas, Jakarta. (B-Universe Photo/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – MSCI tengah menilai kualitas dan aksesibilitas pasar modal Indonesia. Jika hasil review dinilai positif oleh pasar, saham-saham apa saja yang berpotensi paling diuntungkan?

“Jika hasil review lebih baik dari ekspektasi pasar, penerima manfaat utama kemungkinan adalah saham-saham berkapitalisasi besar yang selama ini menjadi tujuan utama dana asing,” kata Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).

Dia mengungkapkan, sektor perbankan berpotensi menjadi pemenang utama, terutama saham seperti Bank Central Asia (BBCA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Negara Indonesia (BBNI) karena memiliki bobot besar dalam indeks serta likuiditas tinggi.

ADVERTISEMENT

Selain itu, saham-saham blue chip seperti Telkom Indonesia (TLKM), Astra International (ASII), serta saham sejumlah emiten komoditas besar juga berpotensi mendapat manfaat dari perbaikan sentimen asing.

Tahap awal, investor asing biasanya masuk ke saham yang paling likuid dan mudah diakumulasi sebelum menyebar ke sektor lain.

Karena itu, jika saham-saham konglomerasi sudah membenahi isu free float, bukan tak mungkin saham-saham tersebut akan kembali menjadi tujuan beli passive funds yang memang perlu big market caps untuk skala positioning mereka.

Lantas, apakah itu juga berpotensi mendorong kembali masuknya dana asing ke pasar saham Indonesia?

“Bisa, tetapi kami tidak melihat hasil review MSCI maupun FTSE sebagai faktor yang otomatis membalikkan arus dana asing,” ucap Liza.

Menurut dia, apabila hasil review positif, dampak utamanya adalah memperbaiki persepsi risiko Indonesia dan mengurangi alasan investor global untuk terus underweight terhadap Indonesia, misalnya dengan mengubah negative outlook menjadi stable outlook. Itu dapat menjadi pemicu awal masuknya dana asing.

Namun, untuk menghasilkan arus masuk yang berkelanjutan, investor tetap akan memperhatikan faktor yang lebih besar, yaitu stabilitas rupiah, disiplin fiskal pemerintah, arah kebijakan ekonomi, kualitas tata kelola, serta kepastian regulasi ke depan.

Dengan kata lain, MSCI dan FTSE bisa menjadi katalis jangka pendek yang penting, tetapi keberlanjutan arus dana asing tetap akan ditentukan oleh kemampuan Indonesia membangun kembali kepercayaan investor terhadap policy consistency, governance, dan daya saing investasi.

“Jika faktor-faktor tersebut membaik, Indonesia sebenarnya memiliki valuasi yang sudah cukup menarik untuk kembali dilirik investor global,” pungkasnya.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 9 menit yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 29 menit yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
International 44 menit yang lalu

Israel Serang Lebanon, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Iran kembali tutup Selat Hormuz usai Israel serang Lebanon, ancam kesepakatan damai dengan AS dan picu krisis energi global.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Hotto Gaet Indro Warkop

Brand minuman multigrain Hotto resmi meluncurkan kampanye "Karena Kamu Harus Sehat".
Business 2 jam yang lalu

Gandeng Indomaret, FolaPlay (IRSX) Perluas Akses Hiburan Digital

Folaplay menjalin kerja sama distribusi dengan Indomaret yang dikelola oleh PT Indomarco Prismatama.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Epidemiolog Prediksi Kasus Demam Dengue Meningkat pada 2027

Epidemiolog memprediksi kasus demam berdarah akan meningkat pada 2027. Kondisi ini dipicu oleh cuaca ekstrem dan El Nino.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia