Saham BCA (BBCA) Paling Diburu Asing, ke Depan Masih Menarik?
Sementara itu, dari sudut lain sisi kredit, terutama kualitas kesehatan aset, non peforming loan (NPL) BBCA meningkat 30 bps yoy menjadi 2,2% pada semester I-2024 dan menekan level NPL coverage ke level 190,2% dibandingkan kuartal I-2024 yang mencapai 220,3%. Kenaikan NPL ini dipicu oleh penurunan kualitas aset sektor konsumer, SME, dan commercial banking.
Walaupun NPL sedikit kontraksi, loan at risk (LAR) BBCA melanjutkan tren turun ke level 6,4% pada semester I-2024, sedangkan guidance tahun ini sebesar 6%. Adapun cost of credit (CoC) secara kuartalan turun 20 bps menjadi 0,3% atau masih sesuai dengan guidance manajemen tahun ini (30-40 bps).
Adapun rasio dana murah (current account saving account/CASA) perseroan naik 5,8% yoy atau 1,2% qoq menjadi Rp 915 triliun di tengah tantangan ketatnya likuiditas. Secara keseluruhan, total dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 5% yoy atau 0,4% qoq menjadi Rp 1.125 triliun.
“Sebagai bank dengan rasio CASA terbaik di Indonesia, BBCA bisa memanfaatkan momentum limpahan CASA tersebut sembari menjaga NIM yang stabil di tengah ketatnya likuiditas,” jelas Leonardo.
Dengan berbagai faktor yang ada, NH Korindo Sekuritas merekomendasikan overweight untuk saham BBCA. Target harga saham BBCA dinaikkan menjadi Rp 11.500. Target harga tersebut mencerminkan rasio P/BV 2024 sebesar 5,1 kali.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






