Minggu, 21 Juni 2026

Bisikan Mengenai Masa Depan Bukit Asam (PTBA)

Penulis : Thresa Sandra Desfika
5 Aug 2024 | 10:05 WIB
BAGIKAN
Bukit Asam. Ist
Bukit Asam. Ist

JAKARTA, investor.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,2 triliun (+57% qoq, -23% yoy) pada 2Q24.

Stockbit Sekuritas dalam ulasannya menyebutkan bahwa hasil tersebut membuat laba bersih PTBA selama 1H24 menjadi Rp 2 triliun (-26,8% yoy), mencapai 35,5%/39,3% dari target Stockbit/konsensus, in–line.

“Laba bersih yang terlihat lebih lemah dari ekspektasi kami disebabkan oleh beban pokok penjualan yang lebih tinggi dari ekspektasi kami. Hal ini terjadi akibat nilai penarikan persediaan yang lebih tinggi, sehingga realisasi margin laba kotor pada 1H24 (17,3%) lebih rendah dari ekspektasi kami (22,7%),” jelas Investment Analyst Stockbit, Hendriko Gani, Senin (5/8/2024).

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, outlook PTBA ke depannya akan sangat dipengaruhi oleh volume penjualan PTBA, di mana manajemen masih optimistis bahwa perseroan dapat mencapai volume penjualan sebesar 43,1 juta ton,

Selain itu rata-rata harga batu bara pada 2H24 yang berpotensi lebih tinggi dibandingkan 1H24.

Dorong Kinerja

Hendriko Gani menjelaskan, harga batu bara yang bergerak lebih tinggi pada sepanjang kuartal 3 berpotensi meningkatkan harga jual rata-rata (ASP) Bukit Asam (PTBA).

“Per hari Jumat (3/8/2024), harga batu bara acuan Newcastle berada di level US$ 144/ton. Jika harga batu bara terus bertahan di level ini, PTBA berpotensi membukukan ASP yang lebih baik – bahkan lebih tinggi dari asumsi kami – sehingga PTBA berpotensi membukukan pendapatan dan margin yang lebih baik,” paparnya.

Dia juga mengungkapkan, PTBA berpotensi membukukan volume penjualan yang lebih tinggi dibanding 1H24. Dalam earnings call PTBA pada Jumat (3/8/2024), manajemen PTBA mengatakan bahwa mereka masih optimis untuk mencapai target volume penjualan sebesar 43,1 juta ton, yang mana lebih tinggi dari asumsi Stockbit.

“Hal ini dapat mendorong kinerja pendapatan dan laba bersih PTBA berpotensi lebih baik ke depannya,” pungkasnya.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 38 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia