Bisikan Mengenai Masa Depan Bukit Asam (PTBA)
JAKARTA, investor.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,2 triliun (+57% qoq, -23% yoy) pada 2Q24.
Stockbit Sekuritas dalam ulasannya menyebutkan bahwa hasil tersebut membuat laba bersih PTBA selama 1H24 menjadi Rp 2 triliun (-26,8% yoy), mencapai 35,5%/39,3% dari target Stockbit/konsensus, in–line.
“Laba bersih yang terlihat lebih lemah dari ekspektasi kami disebabkan oleh beban pokok penjualan yang lebih tinggi dari ekspektasi kami. Hal ini terjadi akibat nilai penarikan persediaan yang lebih tinggi, sehingga realisasi margin laba kotor pada 1H24 (17,3%) lebih rendah dari ekspektasi kami (22,7%),” jelas Investment Analyst Stockbit, Hendriko Gani, Senin (5/8/2024).
Baca Juga:
Ini Pemicu Kinerja CGAS NgegasIa menambahkan, outlook PTBA ke depannya akan sangat dipengaruhi oleh volume penjualan PTBA, di mana manajemen masih optimistis bahwa perseroan dapat mencapai volume penjualan sebesar 43,1 juta ton,
Selain itu rata-rata harga batu bara pada 2H24 yang berpotensi lebih tinggi dibandingkan 1H24.
Dorong Kinerja
Hendriko Gani menjelaskan, harga batu bara yang bergerak lebih tinggi pada sepanjang kuartal 3 berpotensi meningkatkan harga jual rata-rata (ASP) Bukit Asam (PTBA).
“Per hari Jumat (3/8/2024), harga batu bara acuan Newcastle berada di level US$ 144/ton. Jika harga batu bara terus bertahan di level ini, PTBA berpotensi membukukan ASP yang lebih baik – bahkan lebih tinggi dari asumsi kami – sehingga PTBA berpotensi membukukan pendapatan dan margin yang lebih baik,” paparnya.
Dia juga mengungkapkan, PTBA berpotensi membukukan volume penjualan yang lebih tinggi dibanding 1H24. Dalam earnings call PTBA pada Jumat (3/8/2024), manajemen PTBA mengatakan bahwa mereka masih optimis untuk mencapai target volume penjualan sebesar 43,1 juta ton, yang mana lebih tinggi dari asumsi Stockbit.
“Hal ini dapat mendorong kinerja pendapatan dan laba bersih PTBA berpotensi lebih baik ke depannya,” pungkasnya.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






