Minggu, 21 Juni 2026

IHSG Babak Belur Dihantam 3 Sentimen, Masih Aman?

Penulis : Indah Handayani
5 Aug 2024 | 17:10 WIB
BAGIKAN
Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto Antara/Sigid Kurniawan)
Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto Antara/Sigid Kurniawan)

JAKARTA, invsestor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) jebol 248,46 poin (3,4%) di level 7.059,6 pada penutupan perdagangan Senin (5/8/2024). Hal ini karena dihantam tiga sentimen, mulai dari penurunan tajam pasar saham Asia Pasifik, laporan tenaga kerja Amerika Serikat (AS) hingga eskalasi geopolitik di Timur Tengah. Apakah IHSG masih aman?

Founder Stocknow.id Hendra Wardana menjelaskan, penurunan IHSG hari ini disebabkan oleh beberapa faktor utama yang mempengaruhi tiga sentimen, yaitu pertama, penurunan tajam di pasar saham Jepang dan Asia-Pasifik akibat aksi jual besar-besaran oleh investor telah menciptakan tekanan negatif pada IHSG.

“Nikkei 225 dan Topix turun lebih dari 13%, dan beberapa perusahaan blue chip besar seperti Mitsubishi, Mitsui, Sumitomo, dan Marubeni mengalami penurunan harga saham hingga sekitar 10%,” ungkap Hendra kepada Investor Daily, Senin (5/8/2024).

ADVERTISEMENT

Kedua, lanjut dia, sentimen negatif juga dipicu oleh laporan tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan, yang memunculkan kekhawatiran akan potensi resesi ekonomi. Hal ini mengakibatkan penurunan signifikan pada Nasdaq, S&P 500, dan Dow Jones di AS. “terakhir, faktor geopolitik seperti eskalasi ketegangan di Timur Tengah juga menambah ketidakpastian di pasar global,” ucapnya.

Meskipun IHSG mengalami penurunan, lanjut Hendra, masih ada optimisme bahwa dengan level psikologis di sekitar 7.000, IHSG masih berada dalam kondisi yang cukup baik. Data tenaga kerja AS yang lemah membuka peluang bagi The Fed untuk mempertimbangkan pemangkasan suku bunga di masa mendatang, yang dapat memberikan sentimen positif bagi pasar saham, termasuk IHSG.

“Selain itu, dengan valuasi pasar Indonesia yang masih undervalued, terdapat potensi pertumbuhan di masa mendatang yang dapat dimanfaatkan oleh investor. Oleh karena itu, meskipun dalam jangka pendek IHSG mungkin akan terus menghadapi tekanan, dalam jangka panjang, pasar saham Indonesia masih memiliki prospek yang positif,” tambah Hendra.

Sementara itu, Senior Analyst Capital Market MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, koreksi dari IHSG hari ini cenderung inline dengan report teknikal yang dirilis pagi ini dan dengan pergerakan mayoritas pergerakan bursa Asia yang juga terkoreksi. Di sisi lain, diperkirakan terdapat sell-off menyusul kekhawatiran potensi resesi di AS setelah data penganggurannya meningkat menjadi 4,3% YoY.

“Untuk besok, kami perkirakan pergerakan IHSG berpeluang menguat terbatas dengan support 6.968 dan resistance 7.136. Kami perkirakan, akan terdapat technical rebound dahulu, sembari investor menanti akan ada rilis data neraca perdagangan AS,” jelas Herditya.

Pasar Keuangan Bergejolak

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 4 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 4 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 5 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 5 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 5 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 5 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia