United Tractors (UNTR) Di-upgrade, Target Harga Sahamnya Baru
JAKARTA, investor.id – PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatatkan laba bersih Rp 9,5 triliun pada semester I-2024 atau turun 15% yoy. Meski demikian, pencapaian itu melebihi ekspektasi, karena mencapai 55% dari estimasi BRI Danareksa Sekuritas dan konsensus tahun ini.
“Laba bersih United Tractors sepanjang semester I-2024 didorong oleh pertumbuhan laba bersih kuartal II-2024 sebesar 10% qoq (-15% yoy),” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan dan Christian Sitorus dalam risetnya.
Menurut Erindra, faktor utama dari pencapaian laba United Tractors pada semester I-2024, yaitu pendapatan dari kontrak pertambangan yang lebih tinggi dari ekspektasi berkat volume yang lebih kuat dari perkiraan (+15% yoy vs perkiraan +10% yoy). Ditambah, dukungan margin yang diperkirakan dari pelemahan rupiah dan biaya unit lebih rendah karena volume lebih baik.
Hal itu seiring kuatnya pengiriman dari Pamapersada Nusantara, anak usaha United Tractors, yang mengungguli produksi nasional pada kuartal II-2024 karena curah hujan lebih tinggi. Volume penjualan batu bara pada semester I-2024 juga lebih kuat dari perkiraan sebanyak 5,8 juta ton atau 70% dari target 2024.
“Pertumbuhan produksi emiten berkode saham UNTR tersebut pada kuartal II-2024 juga terbilang sehat sebesar 14,9% qoq atau 14,9% yoy, serta kuatnya harga emas sepanjang semester I-2024,” ungkap Erindra.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
BRI Danareksa Sekuritas menaikkan estimasi laba bersih UNTR untuk periode 2024-2026 sebesar 13-22%, mencerminkan asumsi yang lebih optimistis terhadap Pamapersada dan produksi di tambang batu bara milik sendiri, serta memasukkan tambang nikel UNTR ke dalam estimasi tersebut.
BRI Danareksa Sekuritas juga menaikkan proyeksi harga jual rata-rata (average selling price/ASP) batu bara campuran UNTR untuk periode 2024-2026 menjadi US$ 119/88/88 per ton, sejalan dengan pandangan terbaru mengenai harga batu bara.
Alhasil, rating saham UNTR ditingkatkan menjadi beli dari sebelumnya hold. Target harga saham UNTR berbasis SOTP juga dinaikkan menjadi Rp 29.200 dari sebelumnya Rp 24.900.
Risiko utamanya jika terjadi La Nina pada kuartal III-2024 yang dapat memengaruhi produksi tambang batu bara dan Pamapersada, serta kembali mencuatnya rencana mengakuisisi lebih banyak aset nikel, karena sebelumnya kurang memiliki kejelasan strategis.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






