Jumat, 15 Mei 2026

Cum Dividen Lewat & Market Panik Bikin Saham AKRA Longsor, Ada yang Kasih Bisikan Ini

Penulis : Thresa Sandra Desfika
6 Aug 2024 | 08:45 WIB
BAGIKAN
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). (Ilustrasi/Perseroan)
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). (Ilustrasi/Perseroan)

JAKARTA, investor.id - Saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) longsor 7,87% ke Rp 1.405 pada perdagangan 5 Agustus 2024 kemarin bertepatan dengan ex dividen interim perseroan di pasar reguler dan pasar negosiasi.

Adapun cum dividennya pada Jumat, 2 Agustus pekan lalu.  AKR Corporindo (AKRA) akan melakukan pembagian dividen interim tahun buku 2024 senilai total Rp 986,85 miliar atau Rp 50/saham.

Saham AKR longsor juga bersamaan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun -3,4% pada 5 Agustus seiring sentimen negatif bursa saham global yang memicu kepanikan market.

ADVERTISEMENT

Stockbit Sekuritas mengungkap beberapa saham yang menarik untuk diakumulasi menurut mereka dengan mempertimbangkan faktor fundamental dan penurunan harga sahamnya. Salah satunya saham AKRA.

Mereka menyebut saham AKRA menarik diakumulasi saat market panik lantaran bisnis distribusi yang stabil, prospek pertumbuhan dari JIIPE, dan dividen yang atraktif.

Pembayaran Dividen

Adapun Daftar pemegang saham yang berhak atas dividen AKR Corporindo (AKRA) pada 6 Agustus 2024 pukul 16.00 WIB, lalu pembayaran dividen pada 15 Agustus 2024.

AKR Corporindo (AKRA) telah merilis laporan keuangan (lapkeu) untuk periode 30 Juni 2024 atau semester I-2024.

Perseroan mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 1,002 triliun di paruh pertama tahun ini.

Angka laba bersih itu menyusut tipis dibandingkan periode yang sama tahun lalu di posisi Rp 1,03 triliun.

Ujungnya, laba per saham untuk periode per 30 Juni 2024 menjadi Rp 50,82. Lebih kecil dibandingkan akhir Juni 2023 di angka Rp 52,23.

Penurunan laba dipicu pendapatan yang melemah menjadi Rp 18,65 triliun sepanjang semester I-2024. Dibandingkan periode sama tahun 2023 dengan raihan Rp 19,85 triliun.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 12 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 44 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 55 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 59 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia