Jasa Marga (JSMR) Update soal Divestasi JTT
JAKARTA, investor.id – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mengumumkan perkembangan terbaru (update) mengenai divestasi 35% saham anak usahanya, PT Jasamarga Transjawa Tollroad (JTT), senilai US$ 960,3 juta atau ekuivalen Rp 15 triliun kepada konsorsium Grup Salim yang ditandatangani pada 28 Juni 2024.
Berkaca dari riset BRI Danareksa Sekuritas yang disusun Richard Jerry dan Christian Sitorus, kedua analis merevisi besaran duit kas (proceed) yang akan diterima JSMR dari hasil pelepasan JTT. Dari semula sebesar Rp 15 triliun menjadi sekitar Rp 12 triliun.
Revisi itu mereka lakukan setelah mengonfirmasi langsung kepada Manajemen JSMR. Revisi juga dilakukan setelah kedua analis mempertimbangkan adanya biaya dan pengeluaran yang terkait dengan transaksi tersebut.
Di luar itu, Richard dan Christian juga menyoroti soal kekhawatiran investor mengenai potensi molornya proceed yang diterima Jasa Marga dari hasil divestasi JTT.
Kekhawatiran para pelaku pasar cukup beralasan. Pasalnya, Manajemen JSMR sempat menargetkan transaksi equity financing pengelola tol Transjawa ini rampung pada September 2024.
Namun, bagi Richard dan Christian, potensi delay tersebut terlalu dibesar-besarkan. Sebab, kalaupun JSMR terlambat menerima proceed dari transaksi divestasi JTT, operator jalan tol pelat merah tersebut diyakini tetap memiliki ruang untuk mengelola beban bunga.
Hal ini didukung oleh pengelolaan utang jangka pendek JSMR yang efisien dan tidak adanya kebutuhan mendesak bagi JSMR untuk melakukan refinancing.
Karena itu, Richard dan Christian merekomendasikan beli (buy) untuk saham JSMR dengan target harga sebesar Rp 6.500 didukung dengan kondisi fundamental perseroan yang tangguh. Dengan demikian, saham JSMR tetap menjadi peluang investasi yang menarik bagi investor.
Terlebih, saat ini JSMR diperdagangkan pada valuasi 8,3x EV/EBITDA, yang berada pada -1 standar deviasi (SD) dari rata-rata tujuh tahun terakhir.
“Ini memperlihatkan bahwa saham JSMR dihargai diskon, sehingga berpotensi memberikan peluang untuk mendapatkan keuntungan lebih tinggi jika valuasi kembali mendekati rata-rata historisnya,” tulis kedua analis.
JSMR Angkat Bicara
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






