Minggu, 21 Juni 2026

Ada Saham Mendadak Merah Gegara Kabar Kurang Sedap, Lo Kheng Hong Punya Banyak

Penulis : Thresa Sandra Desfika
19 Sep 2024 | 10:04 WIB
BAGIKAN
Investor memantau pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta.  (Ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza)
Investor memantau pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. (Ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id - Saham emiten portofolio Lo Kheng Hong, PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN (PGAS) memerah pada sesi I perdagangan 19 September 2024.

Di sekitar pukul 09.55 WIB saham PGN (PGAS) ada di Rp 1.475 atau minus 1,67%, yang jadi level terendahnya dalam sepekan terakhir. Pada perdagangan 18 September kemarin saham jagoan Lo Kheng Hong ini masih hijau 0,33%.

Sebagai informasi, berdasarkan data per 30 April 2024, investor kawakan Lo Kheng Hong mengoleksi 149.978.100 (0,62%) saham PGAS dan membuatnya ada di nomor 8 pemegang saham terbesar emiten tersebut.

Saham PGN (PGAS) memerah usai perseroan menyampaikan salah satu keterbukaan informasi terbarunya. Kabar tersebut kurang sedap tentu bagi para investornya.

ADVERTISEMENT

Sekretaris Perusahaan PGN, Fajriyah Usman menyebutkan terdapat permohonan arbitrase oleh Gunvor Singapore Pte Ltd (Gunvor) ke The London Court of International Arbitration terhadap perseroan (PGAS) berkaitan dengan Master LNG Sale and Purchase Agreement, dan Confirmation Notice.

Ia melanjutkan, PGN menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan berkomitmen untuk tetap menjalankan peran utama dalam menyalurkan energi gas bumi bagi Indonesia, menjaga reputasi dan kesehatan finansial melalui tindakan hukum perseroan sebagai berikut.

Yakni, menunjuk tim internasional yang berpengalaman dalam bidang arbitrase untuk mewakili perusahaan, juga terus memantau situasi untuk memastikan tidak adanya gangguan terhadap operasional dan aktivitas bisnis perseroan.

Selain itu, memastikan penguatan implementasi proses manajemen risiko internal, berkomitmen memastikan transparansi dengan memberikan informasi terkini setiap perkembangan yang material dari proses arbitrase kepada para pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya.

“Perseroan optimis dengan langkah-langkah yang diambil untuk menangani perkara ini,” jelas Fajriyah Usman dalam keterbukaan informasi dikutip Kamis (19/9/2024).

Fokus Utama

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 34 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 1 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia