Minggu, 21 Juni 2026

Empat Saham Diserbu Asing, Total Net Buy Tembus Rp 55,5 Triliun

Penulis : Jauhari Mahardhika
19 Sep 2024 | 20:08 WIB
BAGIKAN
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Investor asing malah makin memperbesar transaksi beli bersih (net buy) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada perdagangan Kamis (19/9/2024), net buy asing mencapai Rp 2,08 triliun di seluruh pasar.

Dengan begitu, total net buy asing sepanjang tahun berjalan ini mencapai Rp 55,59 triliun. Hari ini, net buy terbesar di pasar reguler dialami saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 559,7 miliar.

Selain menyerbu saham BBRI, asing juga kembali memburu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). Net buy saham BBCA senilai Rp 432,7 miliar, BBNI Rp 309,1 miliar, dan TLKM Rp 163,7 miliar.

ADVERTISEMENT

Sebaliknya, transaksi jual bersih (net sell) terbanyak oleh investor asing terjadi pada saham PT Astra International Tbk (ASII) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Namun, nilainya tidak signifikan. Net sell saham ASII sebesar Rp 67 miliar dan GOTO Rp 60,8 miliar.

Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini kembali memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH), karena meningkat 76,25 poin (0,97%) ke level 7.905,3. Rekor tertinggi penutupan IHSG sebelumnya di level 7.831 pada 17 September 2024.

IHSG hari ini juga berhasil mengukir rekor intraday tertinggi sepanjang masa di level 7.910. Rekor intraday tertinggi sebelumnya di level 7.879 yang juga terjadi pada 17 September lalu.

Sebanyak 304 saham terpantau naik, 248 saham turun, dan 249 saham stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp 14,5 triliun. Volume perdagangan sebanyak 28,1 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 1.301.240 kali.

Mayoritas sektor saham menguat pada penutupan pasar hari ini. Penguatan terbesar terjadi di sektor properti 2,2%. Diikuti, penguatan di sektor infrastruktur 1,2%, sektor barang baku 1%, sektor keuangan 1%, dan sektor energi 0,8%.

Sedangkan pelemahan terjadi di sektor teknologi 0,6%, sektor barang konsumsi non primer 0,2%, dan sektor perindustrian 0,02%.

Cetak Cuan Besar hingga 34% 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 33 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 1 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia