Petunjuk dalam Memilih Saham TINS, NCKL, MDKA, MBMA, ANTM, INCO
Di logam lainnya, yaitu nikel, menjelang musim pengisian ulang stok untuk baja tahan karat (stainless steel), harga NPI (nickel pig iron) tetap flat pada September 2024, yang menunjukkan permintaan hilir yang masih lemah. Tren tersebut sejalan dengan PMI manufaktur China yang lesu sejak Mei 2024.
Selain itu, harga stainless steel telah turun sejak Agustus 2024, yang memberi tekanan pada pabrik dengan margin rendah. “Kami mengantisipasi koreksi harga NPI dalam beberapa bulan mendatang, terutama karena premi bijih mereda, rilis RKAB lebih lanjut, dan peningkatan produksi domestik,” sebut Timothy.
Dengan berbagai pertimbangan, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan peringkat overweight untuk sektor pertambangan logam, dengan pilihan utama PT Timah Tbk (TINS).
Urutan dalam memilihnya sebagai berikut: PT Timah Tbk (TINS), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam, dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).
Rekomendasi untuk saham-saham pertambangan logam tersebut adalah buy. Target harga saham TINS sebesar Rp 1.400, NCKL Rp 1.300, MDKA Rp 3.100, MBMA Rp 700, ANTM Rp 2.000, dan INCO Rp 5.700.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






