Medco (MEDC) Dikabarkan Jajaki Akuisisi Senoko Energy, Nilai Transaksi Jumbo
JAKARTA, investor.id – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), raksasa energi Indonesia, dikabarkan tengah dalam pembicaraan eksklusif untuk mengambil alih mayoritas saham Senoko Energy. Nilai akuisisi perusahaan pembangkit listrik terkemuka di Singapura itu ditaksir mencapai US$ 1 miliar atau setara Rp 15 triliun.
Menurut sumber Bloomberg yang mengetahui proses akuisisi itu, dikutip pada Senin (30/9/2024), pembicaraan mengenai akuisisi 70% saham Senoko memiliki tenggat waktu hingga akhir September 2024. Namun, proses ini masih bersifat tertutup dan belum ada kepastian bahwa Medco (MEDC) akan menyelesaikan kesepakatan tersebut.
Baca Juga:
Medco Kantongi Lisensi Panas Bumi BaruPerwakilan dari Medco kepada Bloomberg menyatakan bahwa perusahaan secara rutin menjajaki peluang akuisisi baru, meskipun belum memberikan detail lebih lanjut mengenai negosiasi ini. Di sisi lain, Senoko memilih untuk tidak memberikan komentar.
Sebelumnya, pemegang saham mayoritas Senoko mempertimbangkan untuk menjual saham mereka dengan valuasi mencapai US$ 3 miliar, berdasarkan laporan Bloomberg pada Februari lalu. Namun, akibat kondisi pasar yang memburuk, valuasi tersebut turun signifikan.
Pada awal September, Sembcorp Industries berhasil mengakuisisi 30% saham Senoko dari Engie Global Developments dengan jumlah yang dirahasiakan. Kesepakatan ini menggarisbawahi minat yang terus meningkat terhadap pasar energi Singapura, meskipun prospek pasar listrik global menghadapi tantangan.
Dilansir dari situs resmi Senoko Energy, perusahaan tersebut saat ini memiliki tiga anak usaha, yakni Senoko Energy Supply Pte Ltd (SES), Senoko Services Pte Ltd (SSPL), dan Senoko Gas Supply Pte Ltd (SGS). Senoko Energy memiliki pembangkit listrik terbesar dan satu satunya di Singapura bagian utara dengan kapasitas sebesar 2.644 megawatt (MW) yang memasok sekitar 20% kebutuhan listrik negara tersebut.
Kepemilikan Senoko Energy
Senoko Energy, yang sebelumnya dimiliki oleh Temasek, dijual pada tahun 2008 kepada konsorsium internasional yang dipimpin oleh Marubeni Corp asal Jepang dan perusahaan utilitas Prancis, Engie SA, dengan nilai transaksi sebesar US$ 3,65 miliar.
Selain itu, Kansai Electric Power, Kyushu Electric Power, dan Japan Bank for International Cooperation turut berpartisipasi dalam pembelian tersebut, mengambil alih utang bersih Senoko sebesar US$ 323 juta pada saat itu.
Penjualan Senoko pada 2008 merupakan bagian dari rencana Temasek untuk mendivestasi perusahaan pembangkit listrik yang dimilikinya secara penuh. Kini, dengan adanya minat dari Medco, lanskap energi di Singapura tampaknya akan memasuki babak baru.
Sementara itu, saat dikonfirmasi Investor Daily perihal rencana akuisisi Senoko Energy, Corporate Communication PT Medco Power Indonesia Galuh Sitompul enggan memberikan komentar. Medco Power merupakan anak usaha Medco Energi (MEDC) yang bergerak di bidang ketenagalistrikan.
Saat ini, MEDC memiliki tiga lini bisnis, yakni ketenagalistrikan lewat Medco Power, minyak dan gas (migas) melalui PT Medco E&P Indonesia, serta pertambangan melalui PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






