Minggu, 21 Juni 2026

Terungkap Rencana ADRO Setelah Lepas Adaro Andalan

Penulis : Thresa Sandra Desfika
2 Okt 2024 | 08:05 WIB
BAGIKAN
Kegiatan usaha pertambangan batu bara PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO). (Foto: Adaro)
Kegiatan usaha pertambangan batu bara PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO). (Foto: Adaro)

Lebih lanjut, terangnya, Adaro Energy Indonesia (ADRO) secara terkonsolidasi masih tetap memiliki investasi di bidang pertambangan batu bara metalurgi dan batuan, serta pengolahan mineral melalui PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), energi, utilitas dan infrastruktur pendukung yang ditopang oleh sumber daya dan potensi yang dimilikinya. Dan ke depannya Adaro akan lebih mengembangkan proyek-proyek yang ada saat ini dalam bidang energi yang mendukung program ekonomi hijau Pemerintah Indonesia.

Mahardika menyebutkan, proyek-proyek yang masih berjalan setelah pelepasan AAI adalah proyek-proyek yang saat ini sedang dijalankan oleh pilar Adaro Minerals (di bawah ADMR) dan pilar Adaro Green.

Di antaranya adalah proyek pengembangan pertambangan batu bara metalurgi, proyek pengolahan aluminium dengan kapasitas 500 ktpa di Kaltara Industrial Park, proyek pembangkit listrik tenaga angin dengan kapasitas 70 MW di Kalimantan Selatan, dan pembangkit listrik tenaga air dengan kapasitas 1.375 MW di Kalimantan Utara.

ADVERTISEMENT

Saat ini, sebut Mahardika, Adaro Energy sedang menunggu tanggapan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap keterbukaan informasi yang diumumkan oleh perseroan pada tanggal 11 September 2024.

Adaro Energy Indonesia (ADRO) akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 18 Oktober 2024 mulai pukul 10.00 WIB di Jakarta.

Adapun pemegang saham yang berhak hadir atau diwakili dalam rapat ditentukan lewat yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham Adaro Energy pada tanggal 25 September 2024.

Mata acara rapat adalah persetujuan atas rencana Adaro Energy Indonesia untuk menjual sebanyak-banyaknya seluruh saham yang dimiliki perseroan pada PT Adaro Andalan Indonesia (dahulu bernama PT Alam Tri Abadi) yang merupakan transaksi material.

Rencana penjualan sebanyak-banyaknya seluruh saham yang dimiliki perseroan pada PT Adaro Andalan Indonesia merupakan suatu transaksi material berdasarkan POJK 17/2020, karena masing-masing total aset, laba bersih, dan pendapatan usaha PT Adaro Andalan Indonesia melebihi 50% dari total aset, laba bersih, dan pendapatan perseroan.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 4 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 4 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 5 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 5 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 5 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 5 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia