Minggu, 21 Juni 2026

Master Print (PTMR) IPO di Rp 128, Murah Mahal?

Penulis : Thresa Sandra Desfika
2 Okt 2024 | 09:14 WIB
BAGIKAN
Logo IDX di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. (B-Universe Photo)
Logo IDX di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. (B-Universe Photo)

JAKARTA, investor.id - PT Master Print Tbk (PTMR) mantap menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dengan melepas 435 juta (22,81%) saham ke publik. Master Print merupakan anak usaha dari PT Mitra Pack Tbk (PTMP).

Master Print mematok harga IPO Rp 128/saham sehingga nilai keseluruhannya sebesar Rp 55,68 miliar.

Masa penawaran umum berlangsung pada 2-4 Oktober 2024, dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Oktober 2024.

ADVERTISEMENT

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah Profindo Sekuritas Indonesia.

Menurut manajemen PTMR dalam prospektus, harga IPO Rp 128 per lembar saham berada di luar kurva permintaan saat bookbuilding namun penjamin emisi efek dan perseroan melakukan diskusi dan sepakat untuk menawarkan pada harga Rp 128 untuk mencukupi kebutuhan dana yang diperlukan perseroan.

Master Print (PTMR) IPO di Rp 128, Murah Mahal?
Sumber: Prospektus Perseroan

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2024, lanjut manajemen, PTMR memperoleh laba sebesar Rp 2.291.869.698 per saham. Dengan harga saham yang ditawarkan per lembar sebesar Rp 128, maka diperoleh forward price-to-earnings ratio (forward PER) 2024E sebesar 26,63x.

Nilai buku total ekuitas perseroan per 31 Maret 2024 adalah sebesar Rp 41.464.857.252. Sehingga berdasar harga saham di atas, diperoleh price-to-book value ratio (PBV) sebesar 5,89x.

Dana IPO

Master Print (PTMR) adalah anak usaha PT Mitra Pack Tbk (PTMP). PTMR bergerak dalam bidang perdagangan sebagai distributor resmi dan penyewaan barang-barang industri pengemasan termasuk suku cadang dan servis seperti coding, marking, labelling dan product inspection system, serta shrink-packaging, protective packaging, food packaging dan pharmaceutical (blister) packaging.

Mitra Pack (PTMP) menguasai 99% saham Master Print. Sedangkan 1% saham dipegang langsung oleh Ardi Kusuma. Ia juga merupakan pengendali dan penerima manfaat akhir dari Master Print (PTMR).

Dana hasil IPO Master Print (PTMR) setelah dikurangi biaya-biaya emisi efek, sebesar Rp 25,09 miliar akan digunakan untuk pembelian atau akuisisi sebanyak 247.500 saham atau sebesar 99% saham PT Global Putra Kusuma (GPK).

GPK sendiri melaksanakan kegiatan usahanya dengan mendatangkan barang-barangnya (mesin dan consumable) dari main distributor di Indonesia yaitu dari PT Master Print Tbk, dan juga beberapa pemasok lokal lainnya. GPK memasarkan (menjual) ke para pelanggannya. GPK menyediakan jasa pemasangan, pelayanan purna jual, penyediaan suku cadang, serta pelayanan tertentu lainnya, untuk mesin-mesin yang dijual oleh GPK.

Adapun sia dana IPO digunakan untuk modal kerja seperti pembelian persediaan barang regular (pembelian consumable, mesin printer dan sparepart), penambahan dan pengembangan produk baru, pemasaran dan marketing.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 5 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 5 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 6 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia