Tiba-tiba Merah, Saham Ini Makin Murah, Lo Kheng Hong Pegang Banyak
JAKARTA, investor.id - Saham emiten portofolio Lo Kheng Hong, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) tiba-tiba anjlok 4,30% ke Rp 1.225 pada akhir sesi I perdagangan 2 Oktober 2024.
Sebanyak 29,09 juta saham Gajah Tunggal (GJTL) ditransaksikan, frekuensi 4.434 kali, dan nilai transaksi Rp 36,30 miliar.
Saham Gajah Tunggal dengan kode GJTL juga sempat menyentuh Rp 1.220 yang merupakan level terendahnya dalam satu bulan terakhir.
Harga saham GJTL – jagoan Lo Kheng Hong – menyentuh Rp 1.225, berarti sama dengan levelnya di tiga bulan lalu pada 2 Juli 2024. Saat itu saham Gajah Tunggal terus jatuh hingga sempat menyentuh Rp 1.110 per penutupan perdagangan 25 Juli 2024.
Dalam sepekan terakhir saham emiten produsen ban Gajah Tunggal turun 6,13%. Rasio price to book value GJTL jadi 0,48 kali undervalue. Dan price earning ratio (PER) 3,70 kali.
Rasio PBV GJTL 0,48 kali ada di atas mean PBV standard deviation GJTL dalam tiga tahun terakhir 0,38 kali. Sedangkan PER GJTL 3,70 kali di bawah mean PE standard deviation GJTL dalam tiga tahun terakhir 37,83 kali.
Nilai kapitalisasi pasar alias market cap Gajah Tunggal (GJTL) sebesar Rp 4,26 triliun.
Sebagai informasi, investor kawakan Lo Kheng Hong tercatat memiliki 181.183.000 (5,19%) saham Gajah Tunggal.
Baca Juga:
Saham BRMS, ENRG, BUMI Menjadi-jadiKinerja
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





