Harga Emas Loyo di Tengah Penantian Rilis Data Ekonomi AS
NEW YORK, investor.id - Harga emas loyo pada Rabu (2/10/2024), setelah sehari sebelumnya menguat lebih dari 1%. Saat ini, pelaku pasar menantikan perkembangan data ekonomi Amerika Serikat (AS) serta situasi konflik di Timur Tengah yang terus berlanjut.
Dikutip dari CNBC internasional, harga emas spot turun 0,5% menjadi US$ 2.649,41 per ons. Pada Selasa (1/10/2024), harga emas sempat melonjak lebih dari 1% setelah Iran melancarkan serangan rudal ke Israel. Sementara itu, harga kontrak berjangka emas AS ditutup turun 0,8% di US$ 2.669,7.
Penurunan harga emas juga dipengaruhi oleh penguatan dolar AS, yang membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Ahli strategi pasar senior RJO Futures Bob Haberkorn mengatakan, emas mengalami sedikit aksi jual karena penguatan dolar AS. Namun, terlalu banyak ketidakpastian dalam 24 jam ke depan untuk melakukan penjualan emas. "Sangat mungkin harga emas melampaui US$ 2.700 per ons jika Israel benar-benar menyerang Iran,” jelasnya.
Sejak awal tahun, harga emas telah naik lebih dari 28% dan masih mendekati rekor tertinggi US$ 2.685,42 per ons, di tengah kekhawatiran eskalasi konflik di Timur Tengah yang berpotensi memicu aksi balasan dari Israel.
Emas dikenal sebagai aset aman yang diminati saat ketidakpastian politik meningkat dan cenderung menguat di lingkungan suku bunga rendah.
Prospek Suku Bunga
Sementara itu, ahli strategi komoditas senior di ANZ Daniel Hynes mengatakan, dalam jangka panjang, prospek suku bunga riil akan menjadi pendorong utama harga emas. Saat ini, traders memperkirakan kemungkinan 61% terjadinya pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh The Fed pada November.
Laporan ADP National Employment menunjukkan, sektor swasta AS menambah 143 ribu pekerjaan pada bulan lalu. Saat ini, pelaku pasar menantikan data nonfarm payrolls yang akan dirilis pada Jumat (4/10/2024), sambil terus memantau pernyataan dari para pejabat The Fed untuk petunjuk lebih lanjut tentang kebijakan moneter AS.
Sedangkan harga logam mulia lainnya, yaitu harga perak naik 0,7% menjadi US$ 31,63 per ons. Platinum melejit 2% menjadi US$ 1.005,55, dan palladium melonjak 1,9% menjadi US$ 1.014,25.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






