Memanas, Saham Medco (MEDC) & Antam (ANTM) Diserbu
JAKARTA, investor.id - Saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam lagi memanas laris diserbu pada perdagangan 2 Oktober 2024 kemarin.
Sebanyak 291 juta saham Medco (MEDC) ditransaksikan, frekuensi 25.422 kali, dan nilai transaksi Rp 397,96 miliar.
Kemudian 254,46 juta saham Antam (ANTM) diperdagangkan, frekuensi 28.403 kali, dan nilai transaksi Rp 388,6 miliar.
Harga saham Medco (MEDC) dan Antam (ANTM) melompat. Saham MEDC +8,95% ke Rp 1.400, yang juga merupakan level tertingginya sebulan terakhir. Saham ANTM +2,33% ke Rp 1.535, dan sempat menyentuh Rp 1.570 yang merupakan level tertingginya dalam tiga bulan terakhir.
Saham Medco Energi (MEDC) banyak diakumulasi kemarin. Broker Mandiri Sekuritas net buy Rp 37 miliar, UBS Sekuritas Indonesia net buy Rp 35,5 miliar, CGS International Sekuritas net buy Rp 26,9 miliar.
Asing memborong saham Medco Energi Internasional (MEDC), dengan membukukan net buy Rp 105 miliar.
Pemicu
Saham Aneka Tambang atau Antam (ANTM) juga banyak diakumulasi. Broker UBS Sekuritas net buy Rp 37,9 miliar, Mandiri Sekuritas net buy Rp 33,6 miliar, dan Macquarie Sekuritas Indonesia net buy Rp 25,1 miliar.
Asing tergiur saham Antam dengan mencatatkan net buy mencapai Rp 103 miliar pada perdagangan kemarin.
Saham Medco (MEDC) dan Antam (ANTM) melompat di tengah kekhawatiran investor akan eskalasi geopolitik di Timur Tengah pasca-serangan udara Iran ke Israel. Serangan tersebut merupakan respons Iran atas serangan Israel ke kompleks diplomat Iran di Suriah.
Berdasarkan ulasan Stockbit Sekuritas, harga minyak WTI naik +2,44% ke level US$ 69,83/barrel pada perdagangan Selasa (1/10/2024) malam.
Investment Analyst Stockbit, Hendriko Gani menilai harga minyak berpotensi memberikan sentimen positif jangka pendek bagi emiten produsen migas dan penunjang migas, salah satunya Medco Energi (MEDC).
"Jika ada korban serius di Israel, maka mungkin akan terjadi perang besar di Timur Tengah. Hal ini yang tampaknya dikhawatirkan oleh para pedagang saat ini, yang mendorong permintaan safe haven untuk emas," kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, dikutip dari CNBC Internasional.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






