Adaro (ADRO) Rilis Pengumuman Terbaru
JAKARTA, investor.id - PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) mengungkap keterbukaan informasi terbarunya yang diunggah pada situs web Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (2/10/2024) malam.
Isinya adalah pengumuman rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 8 November 2024.
“Dengan ini diumumkan kepada para pemegang saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk bahwa perseroan akan mengadakan rapat umum pemegang saham luar biasa yang akan diselenggarakan pada hari Jumat, 8 November 2024, pukul 10.00 WIB-selesai,” jelas direksi Adaro (ADRO) dalam pengumuman tersebut.
Pemanggilan rapat kepada pemegang saham Adaro, lanjut direksi, akan dilakukan pada tanggal 17 Oktober 2024. Adapun pemegang saham yang berhak hadir atau diwakili dalam rapat adalah pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham ADRO pada tanggal 16 Oktober 2024 sampai dengan pukul 16:00 WIB.
Mata acara rapat sendiri belum diungkapkan karena baru disampaikan saat pemanggilan RUPSLB.
Adaro Energy Indonesia (ADRO) juga sebenarnya akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 18 Oktober 2024. Mata acaranya adalah persetujuan atas rencana Adaro Energy Indonesia untuk menjual sebanyak-banyaknya seluruh saham yang dimiliki perseroan pada PT Adaro Andalan Indonesia (dahulu bernama PT Alam Tri Abadi), perusahaan batu bara termal Grup Adaro.
Rencana penjualan sebanyak-banyaknya seluruh saham yang dimiliki perseroan pada Adaro Andalan Indonesia merupakan suatu transaksi material berdasarkan POJK 17/2020, karena masing-masing total aset, laba bersih, dan pendapatan usaha Adaro Andalan Indonesia melebihi 50% dari total aset, laba bersih, dan pendapatan ADRO.
Rencana Dividen
Sementara itu, Adaro Energy Indonesia (ADRO) berencana membagikan dividen kepada pemegang saham, seiring rencana divestasi saham PT Adaro Andalan Indonesia (AAI). Dividen ADRO diperkirakan sangat besar, seiring valuasi saham AAI.
Berdasarkan riset Macquarie, yang dikutip pada Rabu (2/10/2024), mekanisme pelepasan saham AAI adalah penawaran umum. Sebelum hal itu dieksekusi, Adaro akan membagikan dividen kepada pemegang saham sebagai ‘modal’ untuk memborong saham AAI.
Macquarie memprediksi besaran dividen ADRO berkisar US$ 1,5-2,5 miliar, setara yield 20-33%. Dana tersebut bisa digunakan pemegang saham ADRO yang mau berpartisipasi dalam penawaran saham AAI.
Broker asing itu memprediksi bakal ada tekanan pada saham Adaro setelah transaksi penjualan AAI. Sebab kontribusi valuasi AAI sangat besar mencapai US$ 2,5 miliar, terhadap total US$ 7,5 miliar.
“Kami menurunkan rekomendasi saham ADRO menjadi netral dan menurunkan target harga dari Rp 3.700 menjadi Rp 3.200,” tulis Macquarie.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






