Sabtu, 20 Juni 2026

Petrindo (CUAN) Siap Kembali Beraksi

Penulis : Muawwan Daelami
9 Okt 2024 | 09:11 WIB
BAGIKAN
CFO Petrindo Kartika Hendrawan. Foto/mwd
CFO Petrindo Kartika Hendrawan. Foto/mwd

JAKARTA, investor.id – Emiten tambang milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), kembali mencuri perhatian dengan rencana agresifnya untuk mengakuisisi aset-aset baru. Aksi ekspansif tersebut bertujuan untuk menjaga pertumbuhan kinerja perseroan secara berkelanjutan.

Chief Financial Officer (CFO) PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk Kartika Hendrawan menyampaikan, sebagai bagian dari Grup Barito, Petrindo mempunyai key performance indicator (KPI) untuk terus tumbuh. Salah satunya, melalui akuisisi.

“Kalau dari akuisisi, obviously kami mencari beberapa seperti mineral, batu bara, coking coal, dan beberapa mineral lain baik di dalam negeri maupun luar negeri. Tapi, saya belum bisa (bilang). Nanti, kalau sudah ada keterbukaan informasi (KI), kami share” ujarnya saat ditemui seusai menjadi pembicara di BNI Investor Daily Summit, JCC Senayan, Jakarta, Selasa (8/10/2024).

ADVERTISEMENT

Menurut pria yang dekat disapa Hendrawan itu, akuisisi merupakan bagian dari implementasi strategi pertumbuhan berkelanjutan Petrindo. CUAN sudah menyiapkan dua strategi besar dalam jangka panjang yaitu diversifikasi dan integrasi.

Itulah mengapa, pada awal-awal 2024 Petrindo agresif melakukan akuisisi seperti mengambilalih PT Multi Tambang Utama (MUTU), aset tambang batu bara milik PT Indika Energy Tbk (INDY), sampai mencaplok PT Petrosea Tbk (PTRO).

Hendrawan optimistis, melalui akuisisi, Petrindo akan dapat menghasilkan keuntungan, yang pada gilirannya bakal berdampak pada meningkatnya pertumbuhan kinerja perusahaan.

Karena itu, Petrindo juga sudah menyiapkan skenario pendanaan untuk mendukung aksi korporasi ini melalui penguatan ekuitas seperti skema rights issue ataupun penerbitan obligasi. “Intinya, sebagai bagian dari Grup Barito, kami selalu dikasih KPI untuk terus tumbuh,” imbuhnya.

Ke depan, Petrindo berambisi menjadi perusahaan tambang terintegrasi mulai dari pemilik tambang, kontraktor, hingga infrastrukturnya.

“Jadi, banyak strategic value yang kami bisa extract dari PTRO sendiri bukan hanya menjadi kontraktor tambang, tetapi juga kontraktor EPCC. Jadi, banyak proyek yang mungkin bisa kami garap dari grup sendiri. Contohnya, dari Barito Energi, Chandra Asri. Ketika mereka ekspansi seperti bikin pabrik baru, atau infrastruktur baru, Petrosea menjadi private contractor bagi grup,” beber Hendrawan.

Konsesi 33 Tahun

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 5 menit yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 24 menit yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
International 40 menit yang lalu

Israel Serang Lebanon, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Iran kembali tutup Selat Hormuz usai Israel serang Lebanon, ancam kesepakatan damai dengan AS dan picu krisis energi global.
Lifestyle 1 jam yang lalu

Hotto Gaet Indro Warkop

Brand minuman multigrain Hotto resmi meluncurkan kampanye "Karena Kamu Harus Sehat".
Business 2 jam yang lalu

Gandeng Indomaret, FolaPlay (IRSX) Perluas Akses Hiburan Digital

Folaplay menjalin kerja sama distribusi dengan Indomaret yang dikelola oleh PT Indomarco Prismatama.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Epidemiolog Prediksi Kasus Demam Dengue Meningkat pada 2027

Epidemiolog memprediksi kasus demam berdarah akan meningkat pada 2027. Kondisi ini dipicu oleh cuaca ekstrem dan El Nino.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia