Stimulus China Mengecewakan, Harga Emas di Ujung Tanduk
JAKARTA, investor.id - Harga Emas (XAU/USD) diperdagangkan di sekitar level US$ 2.614 atau turun 0,3% pada Rabu (9/10/2024). Hal ini dipengaruhi stimulus China yang mengecewakan dan diprediksi masih akan terus menekan harga emas.
Analis dari Dupoin Indonesia Andy Nugraha mencatat, harga emas mengalami tekanan signifikan akibat terbatasnya stimulus fiskal yang diumumkan oleh China. Hal itu karena China, sebagai konsumen terbesar logam mulia di dunia, diharapkan memberikan dorongan yang lebih besar bagi pasar.
“Tetapi pengumuman tersebut justru mengecewakan dan menjadi penghambat bagi kenaikan harga Emas,” tulis Nugraha dalam risetnya, Rabu (9/10/2024).
Menurut Nugraha, saat ini tren bearish semakin mendominasi XAU/USD, berdasarkan kombinasi indikator Moving Average yang menunjukkan sinyal pelemahan lebih lanjut. Harga emas hari ini memiliki potensi turun, terutama jika tekanan dari sentimen global tetap kuat.
"Namun, ada juga kemungkinan terjadinya rebound yang dapat mendorong harga naik kembali," tegasnya.
Baca Juga:
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini JeblokDi sisi lain, lanjut Nugraha, perkembangan dari Amerika Serikat (AS) juga memberikan dampak besar terhadap pergerakan harga Emas.
Wakil Ketua The Fed Philip Jefferson pada Selasa (8/10/2024) menyatakan bahwa keputusan pemangkasan suku bunga sebesar 50 basis poin oleh The Fed pada bulan lalu bertujuan untuk menjaga stabilitas pasar tenaga kerja, bahkan ketika inflasi terus mereda.
“Pernyataan ini menguatkan pandangan bahwa The Fed masih berfokus pada keseimbangan antara menjaga inflasi tetap terkendali dan memastikan pasar tenaga kerja tetap kuat,” papar Nugraha.
Inflasi AS
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






