Harga Emas Terpuruk Enam Hari Beruntun, Penguatan Dolar AS Jadi Dalangnya
NEW YORK, investor.id - Harga emas terus menerus turun pada Rabu (9/10/2024). Ini membuat harga emas terpuruk dalam enam hari beruntun karena tertekan penguatan dolar AS dan menurunnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed yang lebih besar pada November mendatang.
Dikutip dari Reuters, harga emas di pasar spot turun 0,5% menjadi US$ 2.607,93 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman Desember ditutup melemah 0,4% di US$ 2.626 per ons.
"Pasar tidak banyak bergerak karena laporan ketenagakerjaan yang luar biasa mungkin memaksa Federal Open Market Committee (FOMC) untuk melakukan penyesuaian. Inilah sebabnya mengapa harga emas cenderung turun untuk enam hari berturut-turut. Meskipun, penurunan ini tergolong moderat," ujar Tai Wong, pedagang logam independen yang berbasis di New York.
Wong juga menambahkan, penguatan indeks dolar AS dalam beberapa sesi terakhir memberikan tekanan pada harga emas. Indeks dolar AS mencapai level tertinggi dalam dua bulan, membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Risalah The Fed pada pertemuan 17-18 September, di mana suku bunga acuan dipangkas 50 basis poin, menunjukkan bahwa laju pemangkasan selanjutnya tidak akan ditentukan oleh pengurangan awal yang besar.
Saat ini, pasar memperkirakan peluang sebesar 76% untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin dari The Fed pada bulan depan, berdasarkan alat CME FedWatch. Emas, yang tidak memberikan hasil bunga, cenderung menjadi pilihan investasi di tengah penurunan suku bunga.
Pejabat The Fed
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






