Harga Emas Jatuh Setelah Cetak Rekor Tertinggi, Waktunya Beli atau Jual?
NEW YORK, investor.id - Harga emas jatuh pada Kamis (31/10/2024), setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH). Meski demikian, permintaan aset aman menjelang pemilihan presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) membantu logam mulia ini mencatat kenaikan bulanan keempat secara berturut-turut.
Harga emas spot turun 1,4% menjadi US$ 2.747,45 per ons, setelah di awal sesi perdagangan sempat mencapai rekor tertinggi di US$ 2.790,15. Secara keseluruhan, harga emas menguat sekitar 4% sepanjang bulan ini. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS berakhir turun 1,8% di level US$ 2.749,3 per ons.
"Kami memperkirakan akan ada lebih banyak konsolidasi. Banyak berita besar akan berdampak minggu depan, termasuk pilpres AS pada Selasa (5/11/2024) dan pertemuan The Fed pada Rabu (6/11/2024). Jadi, tidak mengherankan jika beberapa trader memilih untuk mengambil untung," kata David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures dikutip dari CNBC internasional.
Pilpres AS semakin memanas dengan jajak pendapat menunjukkan persaingan ketat antara mantan Presiden AS dari Partai Republik Donald Trump dan Wakil Presiden dari Partai Demokrat Kamala Harris.
Analis StoneX Rhona O'Connell mengatakan, ketegangan geopolitik dan ketidakpastian terkait hasil pilpres AS menjadi faktor utama yang meningkatkan permintaan emas, dengan pasar tetap berada dalam mode ‘beli saat harga turun’.
Data Terbaru AS
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






