Volume Mendadak Tebal, Saham Adaro (ADRO) Loncat, Dividennya Bakal Berapa?
JAKARTA, investor.id - Saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) loncat 4,14% ke Rp 3.770 per akhir sesi I perdagangan 1 November 2024.
Volume perdagangan saham ADRO lebih tebal dari biasanya. Di sesi I hari ini, sudah sebanyak 73,07 juta saham Adaro ditransaksikan, frekuensi 9.994 kali, dan nilai transaksi Rp 273,41 miliar.
Saham Adaro Energy Indonesia juga sempat menyentuh Rp 3.790, yang merupakan level tertingginya dalam satu pekan terakhir.
Adaro sendiri akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 18 November 2024.
Ada dua mata acara rapat. Mata acara pertama adalah persetujuan penggunaan sebagian saldo laba perseroan untuk dibagikan sebagai tambahan dividen tunai final.
Adapun berdasarkan laporan keuangan per tanggal 31 Desember 2023, Adaro membukukan saldo laba belum dicadangkan sebesar US$ 5,15 miliar atau sekitar Rp 80,5 triliun.
Sebagaimana diketahui, Adaro Energy Indonesia (ADRO) berencana melakukan transaksi penjualan atas sebanyak-banyaknya seluruh saham yang dimiliki perseroan pada AAI (dahulu bernama PT Alam Tri Abadi), sejumlah 7.008.202.240 saham melalui pelaksanaan penawaran umum oleh pemegang saham (PUPS). AAI merupakan perusahaan batu bara termal. PUPS akan dilaksanakan secara bersamaan atau berkesinambungan dengan proses penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham AAI.
Adaro sempat mengungkap bahwa perseroan mempertimbangkan membagikan dividen untuk membantu mendanai partisipasi para pemegang saham ADRO untuk menebus saham Adaro Andalan Indonesia (AAI) dalam penawaran umum oleh pemegang saham (PUPS) itu.
Sebelumnya, Macquarie memprediksi besaran dividen ADRO terkait rencana divestasi AAI berkisar US$ 1,5-2,5 miliar, setara yield 20-33%. Dana tersebut bisa digunakan pemegang saham ADRO yang mau berpartisipasi dalam penawaran saham AAI.
Mata Acara Kedua
Sementara itu, untuk mata acara kedua RUPSLB Adaro Energy Indonesia (ADRO) pada 18 November 2024 adalah perubahan nama perseroan.
Belum diungkap besaran saldo laba yang diusulkan dipakai untuk dividen dan juga nama baru dari Adaro Energy Indonesia.
Adaro Energy (ADRO) mencetak laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk US$ 1,18 miliar dalam 9 bulan 2024. Sedikit melemah dibandingkan US$ 1,21 miliar pada periode yang sama tahun 2023.
Per 30 September 2024, Adaro Energy membukukan laba per saham US$ 0,03844. Ketimbang periode yang sama tahun 2023 di posisi laba per saham US$ 0,03941.
Stockbit Sekuritas merinci Adaro Energy Indonesia (ADRO) mencatatkan laba bersih sebesar US$ 404 juta (+17,1% yoy, -0,1% qoq) pada 3Q24. Hasil ini membuat laba bersih selama 9M24 menjadi sekitar US$ 1 ,2 miliar (-3% Y), melampaui ekspektasi karena setara 82%/96% dari estimasi FY24F Stockbit/konsensus.
“Kinerja yang lebih kuat dari ekspektasi tersebut dikontribusikan oleh pendapatan dan margin laba kotor yang lebih baik dari estimasi Stockbit/konsensus,” ujar analis Stockbit Sekuritas, Hendriko Gani dalam ulasannya Kamis (31/10/2024).
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






