Jumat, 15 Mei 2026

GOTO Diborong, Harga Mendadak Loncat, Katanya Bisa ke Sini

Penulis : Thresa Sandra Desfika
3 Des 2024 | 10:39 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Gojek, salah satu lini usaha PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Foto: GOTO)
Ilustrasi Gojek, salah satu lini usaha PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Foto: GOTO)

Sementara itu, kinerja keuangan GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) diprediksi pulih lebih cepat dari yang diperkirakan. Prediksi tersebut sekaligus menggugurkan konsensus analis sebelumnya yang mengestimasi kerugian GOTO terus berlanjut.

Merujuk laporan keuangan konsolidasian hingga September 2024, ekosistem digital terbesar Indonesia itu tercatat mampu menekan kerugian sebesar Rp 5,23 triliun, menjadi Rp 4,31 triliun dibanding periode sembilan bulan tahun sebelumnya yang rugi sebesar Rp 9,54 triliun.

Menguatnya kinerja GOTO pada 9M24 di antaranya tidak lepas dari peningkatan gross transaction value (GTV) inti grup sebesar 74% secara yoy menjadi Rp 72,0 triliun. GTV Grup naik 37% secara yoy menjadi Rp 137,4 triliun. Pendapatan kotor terkerek 34% menjadi Rp 4,7 triliun secara yoy dan adjusted EBITDA yang berbalik positif menjadi Rp 137 miliar dari sebelumnya rugi Rp 559 miliar.

ADVERTISEMENT

Diberitakan pada 25 November 2024, Retail Research Analyst CGS International Sekuritas Indonesia Andrian A. Saputra berpandangan faktor lain yang mengakselerasi pemulihan kinerja keuangan GOTO adalah penurunan suku bunga The Fed dan keputusan BI menahan suku bunga acuan. Secara aktual, suku bunga The Fed saat ini berada di level 4,75% dari sebelumnya 5%. Sedangkan, bank sentral Indonesia itu tetap mempertahankan suku bunganya di posisi 6%.

Perihal suku bunga tersebut, menurut Andrian, menjadi sentimen yang cukup baik bukan hanya bagi GOTO, tetapi juga bagi emiten-emiten saham teknologi lainnya yang memang mengalami tekanan oleh tingginya pendanaan. “Jadi, secara umum (suku bunga) ini menjadi satu katalis positif sebetulnya untuk sektor teknologi dan GOTO,” ujar dia dalam live Berita tentang Saham, Senin (25/11/2024).

Ditambah lagi, dari manajemen GOTO juga menunjukkan optimisme terhadap sektor financial technology (fintech) yang akan mencapai EBITDA yang disesuaikan positif pada kuartal IV-2024, sehingga hal ini akan mempercepat pemulihan kinerja keuangan GOTO.

“Ini menjadi angin segar bagi kinerja keuangan GOTO. Mengingat, di proyeksi atau konsensus sebelumnya ada prediksi kerugian GOTO masih akan terus berlanjutnya,” imbuh Andrian.

Sebelumnya, Direktur Utama GOTO, Patrick Walujo, mengklaim telah berhasil menjalankan strategi yang tercermin dari kemampuan setiap bagian ekosistem dalam memberikan nilai tambah kepada unit bisnis lainnya - sebuah model yang semakin membuahkan hasil seiring upaya agresif GOTO dalam mendapatkan pengguna baru dan meningkatkan profitabilitas di seluruh bisnis.

“Dengan perkembangan positif tersebut, kami memperkirakan segmen fintech akan mencapai EBITDA yang disesuaikan positif di kuartal selanjutnya, satu tahun lebih cepat dari pedoman sebelumnya,” ujar Patrick.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 25 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 57 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia