Jumat, 15 Mei 2026

Buy 3 Saham Migas, 1 Hold

Penulis : Jauhari Mahardhika
8 Des 2024 | 15:28 WIB
BAGIKAN
Salah satu fasilitas milik PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). (Foto: Perseroan)
Salah satu fasilitas milik PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – Sejumlah emiten di sektor minyak dan gas (migas) mencetak pertumbuhan volume yang solid sebesar 9,8% yoy pada kuartal III-2024, yang mendorong produksi minyak naik 5,6% yoy. Para emiten migas tersebut adalah Medco Energi Internasional (MEDC), Perusahaan Gas Negara (PGAS) atau PGN, AKR Corporindo (AKRA), dan Rukun Raharja (RAJA).

Medco (MEDC) tercatat sebagai kontributor utama (+32% yoy). Namun, kinerja EBITDA beragam – tumbuh 3% qoq, tapi turun 9,1% yoy – terutama karena gross profit margin (GPM) yang lebih rendah sebesar 22,8%, terpangkas 66,3 bps qoq atau tergerus 453,8 bps yoy – tidak termasuk Rukun Raharja (RAJA).

Sementara itu, tekanan terhadap harga diprediksi terus berlanjut pada kuartal IV-2024 dan tahun 2025, karena OPEC+ memangkas proyeksi permintaan China menjadi 310 mbopd dari 410 mbopd, sedangkan produksi Amerika Serikat (AS) meningkat.

ADVERTISEMENT

“Hal itu mendorong kami untuk mempertahankan perkiraan harga minyak sebesar US$ 75/bbl atau terkoreksi 6,3% dari harga rata-rata pada 2024 yang sebesar US$ 80/bbl,” tulis analis Samuel Sekuritas, Farras Farhan dalam risetnya.

Meskipun terdapat tantangan eksternal, Samuel Sekuritas melihat adanya katalis domestik, yaitu investasi di hulu minyak dan gas Indonesia meningkat 17,9% yoy menjadi US$ 920 juta. Itu didorong oleh revitalisasi blok untuk memenuhi permintaan ekspor.

Pemerintah diperkirakan bakal meningkatkan investasi untuk mencapai target produksi 2025 yang sebesar 1,6 mmbopd. “Ini berpotensi meningkatkan pendapatan perusahaan minyak dan gas lokal,” jelas Farras.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 23 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia