Buy 3 Saham Migas, 1 Hold
JAKARTA, investor.id – Sejumlah emiten di sektor minyak dan gas (migas) mencetak pertumbuhan volume yang solid sebesar 9,8% yoy pada kuartal III-2024, yang mendorong produksi minyak naik 5,6% yoy. Para emiten migas tersebut adalah Medco Energi Internasional (MEDC), Perusahaan Gas Negara (PGAS) atau PGN, AKR Corporindo (AKRA), dan Rukun Raharja (RAJA).
Medco (MEDC) tercatat sebagai kontributor utama (+32% yoy). Namun, kinerja EBITDA beragam – tumbuh 3% qoq, tapi turun 9,1% yoy – terutama karena gross profit margin (GPM) yang lebih rendah sebesar 22,8%, terpangkas 66,3 bps qoq atau tergerus 453,8 bps yoy – tidak termasuk Rukun Raharja (RAJA).
Sementara itu, tekanan terhadap harga diprediksi terus berlanjut pada kuartal IV-2024 dan tahun 2025, karena OPEC+ memangkas proyeksi permintaan China menjadi 310 mbopd dari 410 mbopd, sedangkan produksi Amerika Serikat (AS) meningkat.
“Hal itu mendorong kami untuk mempertahankan perkiraan harga minyak sebesar US$ 75/bbl atau terkoreksi 6,3% dari harga rata-rata pada 2024 yang sebesar US$ 80/bbl,” tulis analis Samuel Sekuritas, Farras Farhan dalam risetnya.
Meskipun terdapat tantangan eksternal, Samuel Sekuritas melihat adanya katalis domestik, yaitu investasi di hulu minyak dan gas Indonesia meningkat 17,9% yoy menjadi US$ 920 juta. Itu didorong oleh revitalisasi blok untuk memenuhi permintaan ekspor.
Pemerintah diperkirakan bakal meningkatkan investasi untuk mencapai target produksi 2025 yang sebesar 1,6 mmbopd. “Ini berpotensi meningkatkan pendapatan perusahaan minyak dan gas lokal,” jelas Farras.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






