Jumat, 15 Mei 2026

IHSG Masuk Fase Bullish, Begini Cara Petik Cuan Maksimal

Penulis : Jauhari Mahardhika
8 Des 2024 | 17:22 WIB
BAGIKAN
Patung Banteng Wulung yang menjadi ikon Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. (B-Universe Photo)
Patung Banteng Wulung yang menjadi ikon Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. (B-Universe Photo)

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) mulai berbalik memasuki fase bullish reversal. Hal itu divalidasi dengan rebound IHSG ke atas level 7.330-7.350 pada perdagangan Jumat (6/12/2024).

“Secara teknikal, indikator MACD makin solid membentuk positive slope, meski pullback wajar mungkin akan terjadi beberapa kali dalam bullish reversal ini, mengingat stochastic RSI telah memasuki area jenuh beli (overbought),” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasannya, yang dikutip pada Minggu (8/12/2024).

Sementara itu, indeks berbasis luas di Wall Street, S&P 500 (+0,25%) kembali mencetak rekor penutupan tertinggi pada Jumat (6/12) dan mencatatkan rally penguatan mingguan ketiga. Secara umum, indeks-indeks Wall Street ditopang oleh keyakinan pasar terhadap peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember 2024.

ADVERTISEMENT

CME FedWatch Tools mencatat peluang pemangkasan suku bunga The Fed 25 bps pada Desember 2024 mencapai 86%. Peningkatan signifikan US Non-Farm Payrolls menjadi 227 ribu pada November 2024 dari 36 ribu pada Oktober 2024 tidak mengubah keyakinan pemangkasan suku bunga The Fed. Rapat FOMC The Fed dijadwalkan pada 18 Desember 2024.

Dari dalam negeri, pasar mengantisipasi data indeks keyakinan konsumen dan penjualan ritel. Keduanya akan memengaruhi keyakinan pasar terhadap peluang perbaikan pertumbuhan ekonomi kembali ke atas 5% pada kuartal IV-2024. Sebagai informasi, penjualan ritel tumbuh 4,8% yoy pada September 2024.

“Dalam sepekan ke depan, mover pertumbuhan ekonomi lain yaitu data ekspor impor yang akan dirilis dan diyakini masih melanjutkan tren positif, sejalan dengan pemulihan ekonomi China,” jelas Phintraco Sekuritas.

Sebab itu, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG pada perdagangan Senin (9/12) berpeluang mencapai level tertinggi (resistance) di 7.480. Sedangkan level terendah (support) diprediksi di 7.330, dengan pivot di 7.400. Pemodal dapat mencermati saham JPFA, EXCL, AKRA, BBTN, MEDC, ERAA, dan TOWR.

Cara Maksimalkan Cuan dari Saham TINS hingga ITMG 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia