Window Dressing Dimulai, BREN, PANI, dan GOTO untuk Trading Pekan Ini
JAKARTA, investor.id - Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Dimas Krisna Ramadhani menyebut window dressing telah dimulai. Saham-saham konglomerat yang masuk dalam top 10 big cap akan melanjutkan penguatan pada pekan ini. Untuk itu, ia merekomendasikan saham BREN, PANI, dan GOTO untuk trading pekan ini.
Dimas meyakini, apabila indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil bertahan di atas level 7.250 yang merupakan level support terdekat maka IHSG berpotensi untuk terus menguat hingga ke level 7.500 - 7.600 pada akhir tahun ini.
"Mengingat kenaikan terjadi di saham-saham konglomerat yang berada di dalam top 10 kapitalisasi pasar IHSG maka peluang penguatan lanjutan juga cukup terbuka lebar di saham-saham tersebut pada momentum window dressing saat ini," jelasnya, Minggu (8/12/2024).
Dimas mengatakan, Jika dilihat pada teknikal IHSG yang berhasil ditutup di atas MA20 daily pada 4 Desember lalu maka ini merupakan indikasi pembalikan tren yang terjadi di IHSG. Terakhir kali IHSG ditutup di atas MA20-nya terjadi pada 25 Oktober silam dan sejak saat itu pergerakan IHSG terus tertekan hingga ke level 7.041 dan menjadi level terendahnya sejak Juli lalu.
"Jika kita lihat dari data foreign flow juga, akhirnya investor asing mencatatkan pembelian bersih di pasar reguler pada 3-4 Desember kemarin. Aliran dana asing yang masuk ke IHSG terakhir terjadi pada awal November, yang artinya selama November investor asing konsisten melakukan distribusi di saham-saham IHSG dan saat ini sudah kembali melakukan pembelian," jelas Dimas.
Namun, Dimas mengatakan, jika melihat nominal inflow yang dilakukan investor asing pada 3-4 Desember kemarin yang terbilang masih sedikit maka perlu melihat konsistensi dan agresivitas investor asing masuk kembali ke IHSG di tengah momentum window dressing tahun ini.
Selain momentum window dressing, Dimas menghimbau para trader untuk memperhatikan 3 sentimen yang bakal mempengaruhi pasar pekan ini, yakni inflasi tahunan Amerika Serikat (AS) untuk November dan PPI bulanan AS (November).
Terkait sentimen inflasi tahunan AS November, yang akan dirilis pada Rabu (11/12/2024), Dimas memprediksi akan mengalami kenaikan di level 2,7%. Capaian ini lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang mencatatkan inflasi sebesar 2,6%, namun masih berada di dalam rentang yang sama dalam empat bulan terakhir.
"Jika kita lihat dari target yang ditetapkan The Fed yaitu inflasi sebesar 2% di 2024 maka data inflasi November apabila sesuai dengan konsensusnya, masih sejalan untuk semakin mendekati target inflasi yang ditetapkan The Fed tersebut. Namun demikian, Jerome Powell selaku Ketua The Fed sudah memberikan sinyal terhadap pemangkasan suku bunga yang akan terjadi dalam waktu dekat pada pertemuan sebelumnya,” jelasnya.
Kedua, lanjut Dimas, sentimen PPI bulanan AS (November). Sehari setelah rilis inflasi, AS juga merilis dari sisi produsen. PPI bulanan AS November diprediksi mengalami kenaikan atau mencatatkan inflasi sebesar 0,3%. Apabila data konsensus benar maka capaian bulan ini lebih tinggi dari bulan sebelumnya dan merupakan capaian tertinggi sejak Juli lalu.
Ekonomi AS
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





