Harga CPO Rontok Pasca Rilis Data Penting Malaysia
JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) rontok pada Selasa (10/12/2024). Setelah rilis data penting dari Malaysian Palm Oil Board (MPOB) yang menunjukan penurunan stok yang rendah karena pelemahan ekspor.
Berdasarkan data BMD pada penutupan Selasa, kontrak berjangka CPO untuk Desember 2024 turun 143 Ringgit Malaysia menjadi 5.165 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO Januari 2025 terkoreksi 143 Ringgit Malaysia menjadi 5.071 Ringgit Malaysia per ton.
Sementara itu, kontrak berjangka CPO Februari 2025 melemah 169 Ringgit Malaysia menjadi 4.951 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Maret 2025 turun 178 Ringgit Malaysia menjadi 4.816 Ringgit Malaysia per ton.
Sedangkan kontrak berjangka CPO April 2025 jatuh 172 Ringgit Malaysia menjadi 4.660 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Mei 2025 terkoreksi 159 Ringgit Malaysia menjadi 4.512 Ringgit Malaysia per ton.
Dikutip dari Reuters, Malaysian Palm Oil Board (MPOB) menyebut, persediaan minyak sawit Malaysia pada akhir November turun 2,6% menjadi 1,84 juta ton metrik dari bulan sebelumnya.
Produksi CPO turun 9,8% pada bulan November menjadi 1,62 juta ton, yang terendah untuk bulan tersebut sejak 2020. Namun, angka ekspor CPO merosot dalam sebesar 14,7% menjadi 1,49 juta ton.
Perkiraan Stok CPO
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






