Jumat, 15 Mei 2026

Dividen Terus-terusan, Masuk Era Baru, Saham Ini Diramal ke Rp 4.500

Penulis : Thresa Sandra Desfika
18 Des 2024 | 10:15 WIB
BAGIKAN
Adaro Minerals Indonesia (ADMR), entitas Alamtri Resources Indonesia (ADRO). (Perseroan)
Adaro Minerals Indonesia (ADMR), entitas Alamtri Resources Indonesia (ADRO). (Perseroan)

Alamtri, dahulu bernama PT Adaro Energy Indonesia Tbk, kini masuk ke era baru dengan berfokus ke bisnis mineral dan green. Target harga saham ADRO ke depan juga disebut bisa ke Rp 4.500.

ADRO melepas bisnis batu bara termal lewat divestasi Adaro Andalan Indonesia (AADI) dengan menjual sebanyak-banyaknya 7 miliar saham AADI ke pemegang saham ADRO di harga Rp 5.960/saham.

Sucor Sekuritas dalam ulasannya yang dipublikasikan pada 2 Desember 2024 menilai Alamtri Resources Indonesia (ADRO) adalah salah satu pemain terbesar di sektor energi terbarukan.

“Kami mengantisipasi bahwa setelah ADRO mendapatkan izin ekspor untuk proyek panel surya berkapasitas 0,4 GW di Batam, valuasinya akan meningkat secara signifikan. Hal ini juga didukung oleh kemajuan yang diharapkan dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga air berkapasitas 1,3 GW,” sebut Sucor Sekuritas.

ADVERTISEMENT

“Penurunan harga saham ADRO yang terjadi baru-baru ini telah menurunkan valuasinya secara signifikan, sehingga semakin menarik bagi investor. Meskipun kami yakin kenaikan harga saham ADRO mungkin tidak berbentuk v, namun kami yakin hal ini layak untuk ditunggu ketika kami mempertimbangkan masa depan bisnisnya serta valuasi saat ini,” sambung Sucor Sekuritas.

Sucor Sekuritas memandang Alamtri Resources Indonesia (ADRO) memiliki posisi yang baik untuk menjadi salah satu penyedia energi terbarukan terkemuka di Indonesia, dengan total kapasitas energi terbarukan sebesar 1,7 GW yang saat ini sedang dikembangkan, yang terdiri dari 1,3 GW dari pembangkit listrik tenaga air dan 0,4 GW dari pembangkit listrik tenaga surya.

“Pembangkit listrik tenaga air yang 50% sahamnya dimiliki ADRO diharapkan dapat menghasilkan rata-rata ROE yang kuat sebesar 31%. Selain itu, pembangkit listrik tenaga surya tersebut diproyeksikan mengekspor listrik ke Singapura dengan perkiraan biaya US$ 0,25 per kWh,” jelas Sucor Sekuritas.

Analisis valuasi Sucor Sekuritas memperkirakan net present value (NPV) dari proyek-proyek energi terbarukan itu sebesar US$ 4,2 miliar, yang menyiratkan kelipatan EV/EBITDA yang menarik sebesar 3,7x dan IRR sebesar 15%.

Investasi energi terbarukan ini diperkirakan akan memberikan peningkatan signifikan sebesar 56% terhadap valuasi perusahaan, menyoroti kepentingan strategis dan potensi finansialnya. “Oleh karena itu kami tegaskan kembali rating buy kami dengan TP Rp 4.500,” pungkas Sucor Sekuritas.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 11 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 43 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 54 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 58 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia