Jumat, 15 Mei 2026

IHSG Rawan Terkoreksi, Peluang Cuan Ada di Saham HRTA hingga TOBA

Penulis : Indah Handayani
27 Des 2024 | 06:23 WIB
BAGIKAN
Pekerja melihat layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pekerja melihat layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – MNC Sekuritas memprediksi Indeks harga saham gabungan (IHSG) rawan terkoreksi pada Jumat (27/12/2024). IHSG hari ini diperkirakan bergerak pada rentang support 6.951-6.843 dan resistance 7.118-7.263. Perusahaan efek itu merekomendasikan peluang cuan ada di saham HRTA hingga TOBA.

MNC Sekuritas mengatakan, IHSG terkoreksi 0,43% ke 7.065 disertai oleh volume pembelian. Diperkirakan adanya peluang IHSG hari ini membentuk dua skenario. “Pada skenario hitam IHSG hari ini sedang membentuk bagian dari wave C dari wave 2, sehingga IHSG masih rawan terkoreksi ke rentang 6.835-6.922,” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya, Jumat (27/12/2024).

Namun, lanjut MNC Sekuritas, pada skenario merah IHSG hari ini sedang membentuk bagian awal dari wave 1. Dengan demikian, IHSG hari ini berpeluang menguat menguji 7.217-7.394 dengan catatan IHSG mampu bertahan di atas 6.931.

ADVERTISEMENT

MNC Sekuritas merekomendasikan peluang cuan ada di saham HRTA hingga TOBA, yaitu:

1. HRTA - Buy on Weakness

- HRTA terkoreksi 1,18% ke 334 disertai dengan munculnya volume penjualan. Kami memperkirakan, posisi HRTA saat ini sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave 1, sehingga HRTA rawan melanjutkan koreksinya.

- Buy on Weakness: 302-312

- Target Price: 352, 384

- Stoploss: below 292

2. BULL - Buy on Weakness

- BULL menguat 3,48% ke 119 disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian, penguatannya pun mampu berada di atas MA20. Kami perkirakan, posisi BULL saat ini sedang berada pada bagian awal dari wave [c] dari wave A.

- Buy on Weakness: 114-118

- Target Price: 125, 134

- Stoploss: below 110

3. ULTJ - Buy on Weakness

- ULTJ terkoreksi 0,60% ke 1.650 disertai dengan munculnya tekanan jual. Saat ini, posisi ULTJ diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (c) dari wave [y] dari wave Y pada skenario hitam atau wave (C) pada skenario merah.

- Buy on Weakness: 1.600-1.640

- Target Price: 1.725, 1.805

- Stoploss: below 1.560

4. TOBA - Spec Buy

- TOBA terkoreksi 2,02% ke 388 dan masih didominasi oleh tekanan jual. Kami perkirakan, posisi TOBA sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [a].

- Spec Buy: 350-384

- Target Price: 440, 496

- Stoploss: below 326

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 11 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 43 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 54 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 58 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia