Rupiah Dibuka Melesat, Pasar Fokus Suku Bunga AS
JAKARTA, investor.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melesat pada Selasa pagi (7/1/2025). Hal itu karena pasar juga tengah fokus pada kekhawatiran bahwa suku bunga AS akan turun lebih lambat di tahun ini.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.10 WIB di pasar spot exchange, rupiah menguat 18 poin ke level Rp 16.180 per dolar AS. Pada perdagangan Senin (6/1/2025), mata uang rupiah sempat ditutup turun tipis 1 poin berada di level Rp 16.198 per dolar AS.
Sementara itu, indeks dollar terpantau naik 0,11 (0,1%) menjadi 108,3. Sedangkan imbal hasil surat berharga negara (SBN) tenor 10 tahun naik 0,103 poin di level 7,17 pada Selasa (7/1/2025).
Sementara itu, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, mata uang rupiah hari ini fluktuatif. "Namun, ditutup menguat direntang Rp 16.150 – 16.210,” ungkap Ibrahim, Senin (6/1/2025).
Baca Juga:
Program Belanja Murah Akhir Tahun 2024 Mampu Bukukan Transaksi Hingga Puluhan Triliun RupiahIbrahim mengatakan, pasar juga tengah fokus pada kekhawatiran bahwa suku bunga AS akan turun lebih lambat di tahun ini. The Fed telah memperingatkan pada Desember bahwa inflasi yang lesu dan kekuatan di pasar tenaga kerja akan membuat suku bunga tetap tinggi untuk waktu yang lebih lama, dengan komentar terbaru dari pejabat The Fed yang mendukung gagasan ini.
“Inflasi yang lesu dan pasar tenaga kerja yang kuat membuat The Fed kurang bersemangat untuk memangkas suku bunga. Fokus minggu ini adalah pada data penggajian nonpertanian yang akan datang untuk isyarat lebih lanjut tentang suku bunga, tambah Ibrahim.
Fokus Pasar
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






