Saham Bank Masuk Mode Ngegas Lagi, Beli BBRI
JAKARTA, Investor.id – Saham bank disebut sudah masuk mode ngegas alias di fase uptrend, setelah rebound kuat sejak 14 Januari 2025, didorong penurunan BI Rate. Sejauh ini, analis memberikan rekomendasi buy saham BBRI, BMRI, BBNI, BBCA, termasuk BRIS, dengan target harga menggiurkan.
Saham bank masih bisa naik berkisar 15-25% lagi, jika cost of equity turun. Ini terjadi saat yield SBN 10 tahun anjlok hingga di bawah 7%.
Mandiri Sekuritas (Mansek) mencatat, saham tiga bank Himbara, BBRI, BMRI, dan BBNI naik 13-16% selama 14-22 Januari 2025, sedangkan BBCA hanya 1%. Selain penurunan BI Rate, stance BI yang berniat mendukung likuiditas dan pertumbuhan ekonomi mendorong kenaikan tajam saham bank. Ini diikuti oleh bunga SRBI yang lebih rendah dalam lelang terakhir, yakni di bawah 7%. Adapun yield SBN 10 tahun membaik menjadi 7,24%.
Baca Juga:
Trading Lagi, Fokus Saja pada Saham Ini“Penurunan yield SBN dibarengi dengan prospek perbaikan likuiditas dan biaya dana menjustifikasi rerating valuasi saham bank yang memicu lonjakan harga saham,” tulis Mansek, dikutip Rabu (29/1/2025).
Mansek menilai belum saatnya investor profit taking saham bank. Sebab, berdasarkan pengamatan terhadap empat saham bank besar dalam 10 tahun terakhir, downtrend saham bank sudah berakhir dan kini memasuki fase uptrend.
Teorinya, tulis Mansek, pola downtrend berlangsung selama 100-120 hari. Adapun downtrend saham bank dimulai pada akhir September 2024, sehingga seharusnya berakhir pada pertengahan Januari 2025.
Mansek mencatat, pola uptrend saham bank biasaya berlangsung selama 200-240 hari dan bisa menghasilkan kenaikan berkisar 30-40% dari posisi dasar. Jadi, masih ada potensi kenaikan 15-25% jika sejarah kembali berulang.
Katalis dan Target Harga
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






