Harga Emas Tembus US$ 2.800, Reli Rekor Tertinggi
NEW YORK, investor.id - Harga emas melampaui level psikologis US$ 2.800 per ons untuk pertama kalinya pada Jumat (31/1/2025). Dengan demikian, reli rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) dalam dua hari beruntun.
Dikutip dari Reuters, kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menerapkan tarif baru yang memicu kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi global dan tekanan inflasi.
Harga emas spot naik 0,3% menjadi US$ 2.801,29 per ons, setelah sempat menembus rekor tertinggi di US$ 2.817,23. Rekor tertinggi harga emas sebelumnya berada di level US$ 2.798,24 yang terjadi pada Kamis (30/1/2025).
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup turun 0,4% di US$ 2.835, tetap diperdagangkan dengan premi di atas harga emas spot.
"Saat ini ada banyak ketidakpastian, terutama terkait kebijakan tarif di tingkat geopolitik," ujar analis senior pasar di RJO Futures Bob Haberkorn.
Trump telah menetapkan tenggat waktu hingga Sabtu (1/2/2025) untuk memberlakukan tarif 25% terhadap impor dari Kanada dan Meksiko, serta masih mempertimbangkan tarif tambahan bagi barang-barang asal China. Situasi ini mendorong kenaikan harga emas yang dikenal sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakstabilan ekonomi dan geopolitik.
Sepanjang Januari 2025, harga emas telah naik hampir 7%, menjadikannya kenaikan bulanan terbaik sejak Maret 2024.
Perbedaan Sikap
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






