Harga Minyak Turun di Tengah Kebijakan Tarif AS
Menurut analis Energy Aspects Livia Gallarati, tarif ini dapat menyebabkan penurunan besar dalam operasional kilang AS. "Dalam skenario utama kami, jika tarif benar-benar diberlakukan, akan ada masa tenggang untuk negosiasi, dan kemungkinan besar minyak akan dikecualikan dari daftar produk yang dikenakan tarif," ujarnya.
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menegaskan, negaranya akan merespons kebijakan ini secara cepat dan tegas jika AS tetap memberlakukan tarif. Ia juga memperingatkan warga Kanada mengenai potensi dampak ekonomi yang sulit akibat kebijakan ini.
Selain itu, pasar juga menantikan pertemuan Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (3/2/2025). Delegasi OPEC+ menyatakan kepada Reuters bahwa mereka kemungkinan besar tidak akan mengubah rencana peningkatan produksi secara bertahap, meskipun Trump mendesak OPEC dan pemimpin de facto-nya, Arab Saudi, untuk menurunkan harga minyak.
Sementara itu, jumlah rig minyak AS, yang menjadi indikator produksi masa depan, mengalami peningkatan tujuh rig menjadi total 479 rig dalam sepekan terakhir.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






