Jumat, 15 Mei 2026

Bisnis Emas Antam (ANTM) Berkibar

Penulis : Muawwan Daelami
2 Feb 2025 | 10:54 WIB
BAGIKAN
Pramuniaga menunjukkan emas batangan Antam (ANTM) di sebuah gerai emas. (Foto: ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/nym)
Pramuniaga menunjukkan emas batangan Antam (ANTM) di sebuah gerai emas. (Foto: ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/nym)

Di luar penjualan emas yang mencetak rekor, penjualan dan produksi komoditas ANTM yang lain justru cenderung terkoreksi. Sebut misalnya, produksi bijih nikel Antam pada kuartal IV-2024 yang turun menjadi 2,63 juta wmt dibandingkan periode sama sebelumnya sebesar 2,77 juta wmt.

Alhasil, produksi bijih nikel ANTM secara konsolidasian 2024 ambruk menjadi 9,93 juta, dari 13,44 juta pada FY23 dengan tingkat penjualan bijih nikel turun dari 11,71 juta wmt pada FY23, menjadi 8,35 juta wmt pada FY24.

Nasib serupa juga dialami sektor feronikel. ANTM memproduksi feronikel pada kuartal IV-2024 sebanyak 4.858 ton nikel dalam feronikel (TNi), lebih kecil ketimbang produksi feronikel pada kuartal IV-2023 yang sebanyak 5.686 TNi.

ADVERTISEMENT

Akibatnya, volume produksi feronikel ANTM pada FY24 menjadi 20.103 TNi terkikis dari tahun sebelumnya 21.473 TNi, dengan tingkat penjualan mencapai 19.452 TNi pada FY24, turun daripada penjualan sebelumnya yang mencapai 20.138 TNi.

Segmen komoditas perak pun demikian. Produksinya secara konsolidasian 2024 ambles menjadi 6.393 kg (205.540 troy oz) dari sebelumnya 8.267 kg (265.790 troy oz) dengan tingkat penjualan perak mencapai 6.552 kg (210.652 troy oz) pada FY24, turun dibanding penjualan tahun sebelumnya yang mencapai 9.213 kg (296.205 troy oz).

Pelemahan produksi perak sudah terefleksi dari produksi perak ANTM pada kuartal IV-2024 yang turun dari 1.881 kg (265.790 troy oz) menjadi 1.674 kg (53.820 troy oz).

Produksi bauksit ikut longsor menjadi 1,33 juta wmt pada FY24 dengan tingkat penjualan sebesar 736.188 wmt, turun dari tahun sebelumnya 1,49 juta wmt. Produksi bauksit ANTM pada FY24 tersebut jauh lebih kecil ketimbang produksi bauksit pada FY23 yang mencapai 2 juta wmt.

Itu Tampak dari produksi pada kuartal IV-2024 yang mencapai 693.779 wmt, tergerus dari produksi pada kuartal IV-2023 yang mencapai 596/985 wmt.

Segmen terakhir yang mencatatkan penurunan produksi adalah chemical grade alumina. Volume produksi alumina ANTM sepanjang 2024 mencapai 147.826 ton, turun dari produksi tahun sebelumnya sebanyak 160.940 ton.

Begitu pun dengan produksi alumina pada kuartal IV-2024, turun menjadi 41.942 ton ketimbang sebelumnya 46.416 ton. Namun, tingkat penjualan alumina ANTM pada FY24 mengalami penguatan dari 142.777 ton menjadi 177.178 ton.

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 18 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 50 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia